BADAN Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo memainkan peran krusial dalam mendukung sinergi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas Kota Probolinggo. Salah satu tugas pokok dan fungsinya adalah sebagai pelaksana teknis menyelenggarakan dan memfasilitasi pertemuan rutin maupun insidental Forkopimda.
Tujuannya, untuk memperkuat sinergi, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam mengawal kondusivitas Kota Probolinggo. Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo Mohammad Sonhadji mengatakan, di suatu daerah, pasti ada kepala daerah dan ada kepanjangan tangan instansi vertikal yang di luar pemerintah daerah. Fungsi dan kewenangan instansi vertikal ini membantu pelaksanaan pembangunan daerah.
Dalam hal ini, kata Sonhadji, DPRD merupakan perwakilan rakyat untuk memastikan pemerintah daerah berjalan efektif, efisien, akuntabel, dan benar-benar memperjuangkan aspirasi masyarakat. Lalu, ada kepolisiaan dalam hal ini Polres Probolinggo Kota, memelihara keamanan ketertiban yang kondusif di masyarakat.
Kemudian, dari unsur TNI, yakni Kodim 0820 Probolinggo, mendukung ketahanan negara, termasuk salah satu programnya ketahanan pangan. Ada juga Kejaksaan Negeri (Kajari), melaksanakan pendampingan terhadap hukum atas program-program pemerintah berjalan. Sementara itu, justice-nya oleh Pengadilan Negeri (PN).
“Dengan keberagaman yang dimiliki masyarakat Kota Probolinggo, tentu dibutuhkan sinergi, kolaborasi, dan peran aktif masyarakat. Bagaimana agar visi-misi kepala daerah, program-program instansi vertikal, bahkan berbagai program-program nasional yang turun sampai ke daerah, bisa berjalan beriringan terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, Bakesbangpol layaknya jembatan penghubung antara Forkopimda dengan semua elemen masyarakat. Karena itu, pihaknya memfasilitasi koordinasi dan komunikasi baik melalui kegiatan Forum Group Discussion (FGD) maupun dialog interaktif.
“Lalu, mengelola informasi dan menerjemahkan hasil koordinasi menjadi tindakan nyata di masyarakat untuk mengawal kondusivitas. Bahkan, Bakesbangpol menjadi ujung tombak koordinasi intensif dengan pihak terkait atas antisipasi penanganan dini isu-isu strategis. Harapannya, sinergi bersama semua unsur dapat meminimalisasi terjadinya konflik sosial di tengah masyarakat,” jelas Sonhadji.
Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Bakesbangpol Kota Probolinggo Paulus Dian Cahyono menambahkan, Bakesbangpol juga melaksanakan berbagai upaya prefentif dalam program kerjanya. Seperti, rutin menggelar sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila, pemelihara kerukunan umat beragama, serta pencegahan dan penanganan kenakalan remaja, narkoba, hingga terorisme.
“Artinya, kami Bakesbangpol bekerja di balik layar untuk memastikan terciptanya kondisi sosial dan politik yang damai dan harmonis. Kalau Kota Probolinggo kondusif, tentu mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi. Serta, berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat yang ikut meningkat,” jelas Paulus. (el/adv)
Editor : Fahreza Nuraga