Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kota Probolinggo Meraih Indonesia Government Award 2025, Predikat Kota Sangat Inovatif, Wali Kota Didedikasikan Penghargaan untuk Masyarakat

Arif Mashudi • Senin, 15 Desember 2025 | 23:55 WIB
APRESIASI: Sekretaris BSKDN Kemendagri Noudy R.P. Tendean menyerahkan piala dan piagam IGA 2025 kepada Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Sp.OG., Subsp.K.Obginsos., M.Kes., di Jakarta
APRESIASI: Sekretaris BSKDN Kemendagri Noudy R.P. Tendean menyerahkan piala dan piagam IGA 2025 kepada Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Sp.OG., Subsp.K.Obginsos., M.Kes., di Jakarta

KOTA PROBOLINGGO kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam Puncak Penyelenggaraan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2025 di Grand Ballroom Kempinski, Rabu (10/12), Kota Probolinggo dianugerahi sebagai Kota Sangat Inovatif.

Dalam ajang tahunan yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, ini Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Sp.OG., Subsp.K.Obginsos., M.Kes. menerima langsung penghargaan tersebut dari Sekretaris Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri Noudy R.P. Tendean.

Wali Kota menegaskan, pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi inovator dari kalangan perangkat daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat. “Tahun ini, pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan Kota Probolinggo mengirimkan 142 inovasi. Jumlah ini paling banyak dibanding sebelumnya. Alhamdulillah ini berkat kekompakan antara perangkat daerah, masyarakat, dan guru-guru di lembaga pendidikan,” ujarnya.

Wali Kota menyebutkan, nilai indeks inovasi Kota Probolinggo sebagai hasil dari pelaporan tersebut, mengalami kenaikan signifikan. “Sebelumnya nilai indeks selalu di angka 60-an, tahun ini naik drastis menjadi 79,92. Ini menunjukkan bahwa kerja sama antar-stakeholder di Kota Probolinggo semakin membaik,” sebutnya.

Salah satu inovasi unggulan yang dijagokan dalam ajang ini adalah Gerakan Kota Probolinggo Inklusi yang meraih nilai tertinggi di antara inovasi Kota Probolinggo lainnya. Ide inovasi ini bersumber pada gagasan untuk mengajak unsur pemerintah, warga, dan kalangan swasta menyediakan fasilitas bagi penyandang disabilitas. “Melalui inovasi Kota Probolinggo Inklusi, kami berharap setiap warga mendapatkan haknya, baik dalam mengakses layanan publik maupun berpartisipasi dalam Pembangunan,” jelasnya.

Ke depan, Wali Kota mengaku akan terus memastikan semakin banyak perangkat daerah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat yang dapat menerapkan inovasinya di kota yang kini gencar menggaungkan Probolinggo Bersolek ini. “Di Bapperida, ada Klinik Inovasi yang menyediakan fasilitasi pembinaan untuk inovator. Ada tim yang melibatkan beberapa perangkat daerah yang akan membantu inovator menyempurnakan inovasinya sebelum benar-benar siap diterapkan,” jelasnya.

Sebagai penutup, Wali Kota mendedikasikan penghargaan yang diraih Kota Probolinggo ini kepada segenap masyarakat dan jajaran ASN Pemkot Probolinggo yang telah bekerja keras mewujudkan Kota Probolinggo Bersolek. “Ini menjadi salah satu bagian dari semangat bersolek. Di mana, setiap stakeholder bergerak bersama mewujudkan Kota Probolinggo yang semakin maju dan modern,” katanya.

KEPALA DAERAH: Wali Kota Probolinggo, dr. H. Aminuddin, Sp.OG., Subsp.K.Obginsos., M.Kes. bersama wali Kota Padang, Padang Panjang, dan Wali Kota Semarang berfoto bersama setelah menerima piala
KEPALA DAERAH: Wali Kota Probolinggo, dr. H. Aminuddin, Sp.OG., Subsp.K.Obginsos., M.Kes. bersama wali Kota Padang, Padang Panjang, dan Wali Kota Semarang berfoto bersama setelah menerima piala

Sekretaris BSKDN Kemendagri Noudy R.P. Tendean mengatakan, inovasi daerah menjadi spirit bagi pemda untuk menyelenggarakan prakarsa positif mencapai tujuan nasional Indonesia Emas 2045. IGA salah satu instrumen pemberian apresiasi bagi pemda dalam menyelenggarakan terobosan.

Ada empat tahapan dalam IGA 2025 yang bertema Memperkuat Ekosistem Inovasi Melalui Kolaborasi Multisektor Guna Mewujudkan Kemandirian dan Daya Saing Daerah. Yakni, tahapan penjaringan melalui pelaporan secara digital. Kemudian pengukuran, berupa analisis, verifikasi, dan quality control dari Universitas Indonesia dan Universitas Hasanuddin. Selanjutnya, tahap presentasi oleh kepala daerah terkait inovasi unggulan di depan tim penilai. Tahap terakhir, validasi lapangan untuk meninjau praktik inovasi.

Menurutnya, capaian IGA 2025 ini meningkat 15 persen dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan aplikasi indeks inovasi Kemendagri mulai 20 Juni hingga 23 Agustus, tercatat ada 36.742 inovasi dari 531 pemda, dengan sebaran inovasi didominasi kesehatan dan pendidikan. Rinciannya, 1.345 inovasi di tahap inisiatif; 1.125 inovasi tahap uji coba, dan 34.272 inovasi di tahap penerapan.

“IGA merupakan pemberian penghargaan untuk pemerintah daerah yang berhasil menjalankan inovasi dan dampak signifikan dalam pembangunan di daerahnya. Karena pemecahan masalah secara inovatif dapat meningkatkan kinerja pemerintah daerah,” jelas Noudy.

Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus yang hadir mewakili Mendagri Tito Karnavian menyampaikan, IGA mengusung tematik Asta Cita yang secara langsung menguatkan visi misi Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

“Dengan tema tersebut, IGA memastikan inovasi daerah selaras dan relevan dengan strategi pemerintah pusat. Sehingga, menghasilkan solusi tepat sasaran untuk tingkatkan kualitas pelayanan publik, percepatan transformasi digital dan memperkuat tata kelola pemerintahan,” ujar Akhma. (mas/*)

Editor : Fahreza Nuraga
#IGA #nasional #inovatif #prestasi #Tingkat #probolinggo