MAYANGAN, Radar Bromo- Sejak beberapa pekan terakhir, harga ikan di Probolinggo, melambung tinggi. Makin mahalnya harga ikan ini diduga terimbas cuaca dan momen menjelang tahun baru.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo di Pasar Ikan Mayangan, Kota Probolinggo, harga ikan mulai merangkak naik sejak seminggu lalu. Salah satu pedagang, Toha, 35, mengatakan, harga ikan mahal karena bulan purnama. Ketika padhang bulan, ikan sulit dicari.
“Selain kondisi cuaca yang kadang buruk seperti angin kencang dan arus laut, juga berpengaruh terhadap kondisi perairan dan ikan,” ujarnya, Minggu (7/12).
Momen menjelang tahun baru juga mendongkrak harga ikan. Menjelang pergantian tahun, permintaan ikan meningkat. “Biasanya untuk bakar-bakar ketika tahun baru. Jadi, kondisinya sekarang, ikannya sedikit, tapi yang minta banyak. Akhirnya harga naik semua,” terangnya.
Pedagang lainnya, Nur Lisa, 34, mengatakan, naiknya harga ikan sudah mulai dirasakan sejak awal Desember atau seminggu lalu. Harganya diperkirakan akan terus meroket hingga penghujung tahun. “Biasanya makin mendekati tahun baru makin mahal. Bisa-bisa sampai dua kali lipat. Sekarang saja sudah mahal,” ujar warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan ini.
Lisa menyebutkan, ikan mangla kini dibandrol Rp 30 ribu per kilogram dari harga normal Rp 22-25 ribu. Ikan tongkol Rp 26 ribu dari yang semula hanya Rp 22 ribu per kilogram. “Dulu Rp 22 ribu itu sudah dapat tongkol bagus, sekarang Rp 26 ribu dapatnya yang kurang bagus,” ujarnya.
Ikan banyar dibandrol Rp 40 ribu per kilogram dari yang semula Rp 30-35 ribu. Cumi-cumi dihargai Rp 70 ribu per kilogram dari semula hanya Rp 60 ribu. Ikan lemaju dibandrol Rp 45 ribu dari yang semula Rp 30 ribu. “Biasanya orang banyak yang cari ikan kambing atau mendut untuk bakaran tahun baru. Soalnya dagingnya enak. Kalau yang ukuran besar harganya sekarang sekitar Rp 30 ribu,” kata Lina. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga