RATUSAN pelaku usaha/UMKM di Kota Probolinggo, semringah. Mereka mendapat perhatian dari Pemkot Probolinggo. Menjelang akhir 2025, Pemkot melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUP) menggelontorkan bantuan peralatan stimulus pengembangan usaha senilai Rp 759 juta untuk 319 pelaku usaha/UMKM.
Seremonial penyerahan bantuan oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG (K)., M.Kes. berlangsung di Rumah Batik Probolinggo, Jalan Mastrip 159, Kota Probolinggo, Selasa (9/12). Hadir juga Pj. Sekda Kota Probolinggo Dr. Rey Suwigtyo, S.Sos., M.Si.; Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Probolinggo Ir. Aries Santosos, M.Si.; dan Ketua Komisi I DPRD Kota Probolinggo Isah Junaidah, S.E. Serta, kepala perangkat daerah (PD) di lingkungan Pemkot Probolinggo hingga lurah serta camat terkait.
Dalam arahannya, Wali Kota menyebutkan, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. UMKM tidak hanya berkontribusi membuka lapangan kerja, tapi juga menjaga perputaran ekonomi masyarakat agar tetap hidup produktif dan stabil.
“Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk hadir memberikan dukungan nyata. Agar UMKM terus tumbuh, naik kelas, dan mampu bersaing. Kegiatan hari ini merupakan bukti komitmen Pemkot Probolinggo, dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha,” ujarnya.
Wali Kota juga mengingatkan agar para penerim memanfaatkan bantuan dengan baik. Serta, meminta tidak menjual bantuannya. “Saya harap bantuan stimulus ini menjadi pemicu untuk meningkatkan produktivitas, kualitas produk, dan efisiensi proses produksi. Dengan peralatan yang lebih baik, pelaku usaha/UMKM dapat menghasilkan produk yang lebih berkualitas, higienis, dan inovatif sesuai standar pasar, ” harapnya.
Menurutnya, Pemkot akan terus membuka ruang kolaborasi melalui kegiatan promosi, pameran, dan akses permodalan untuk memperkuat ekosistem pelaku usaha UMKM. Penyerahan bantuan peralatan stimulus pengembangan usaha ini menjadi langkah penting menuju UMKM Kota Probolinggo yang semakin kuat, mandiri, dan menjadi kebanggan Kota Probolinggo.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari Ketua Komisi I DPRD Kota Probolinggo, Isah Junaidah. Ia berharap adanya bantuan ini bisa membuat pelaku usaha/UMKM jadi lebih produktif, lebih maju, dan meningkatkan ekonomi. “Sehingga, berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo,” katanya.
Kepala DKUP Kota Probolinggo, Slamet Swantoro, SP. mengatakan, penyaluran bantuan tahun ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu bantuan peralatan senilai sekitar Rp 61 juta dengan jumlah sasaran hanya 28 pelaku usaha/UMKM. “Alhamdulillah, tahun ini sasaran kami 319 pelaku usaha/UMKM,” ungkapnya.
Karena tahun ini ada 319 penerima bantuan, Slamet menjelaskan, penyerahan bantuan dilaksanakan dalam 2 tahap. Tahap pertama, Selasa (9/12), dengan jumlah penerima 177 orang. Tahap II, ada 142 penerima yang akan diberikan pada Senin (15/12).
Pada tahap pertama bantuan yang diberikan berupa, peralatan tukang, las listrik, kompresor bensin, kompresor listrik, mesin jahit manual, dan mesin jahit listrik. Ada juga mesin obras, cutting aluminium, rombong sepeda motor aluminium, rombong makanan minuman, etalase warung, etalase baju, dan etalase toko. Sedangkan, bantuan yang diserahkan pada tahap kedua, berupa peralatan dapur, mesin selep, oven gas, dan freezer box.
Diserahkannya bantuan peralatan stimulus pengembangan usaha ini membuat sejumlah penerima tersenyum bahagia. Salah satunya, Bagus Cahyono, 33, warga Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, pemilik bengkel las.
“Saya mengajukan bantuan ini sejak tahun lalu. Alhamdulillah, senang banget, akhirnya dapat bantuan peralatan dari pemerintah. Terima kasih Pak Wali. Saya sebagai salah satu pelaku UMKM merasa terbantu. Bismillah, semoga dengan bantuan ini, usaha saya semakin berkembang,” doanya. (el/adv)
Editor : Fahreza Nuraga