PROBOLINGGO-Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Kota Probolinggo digelar cukup meriah. Beragam acara dihelat.
Puncaknya digelar di GOR A.Yani, Jl. Dr. Soetomo, Kota Probolinggo, Minggu pagi (7/12). Pukul 06.00 WIB, kegiatan dimulai dengan senam ceria anak difabel bersama Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG (K) M.Kes.
Kemudian dilanjutkan dengan mengenalkan abjad A-Z dan sapaan menggunakan bahasa isyarat oleh Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kota Probolinggo.
Dalam seremonial puncak acara, ada berbagai penampilan anak-anak hebat. Seperti, penampilan Melati Band yang dibawakan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Probolinggo.
Lalu, ada penampilan tari remo dari sahabat disabilitas tuli. Ada pula penampilan gerak lagu tiktik bumbum dari anak-anak hebat Yayasan Ananda Mutiara Indonesia (Y-AMI) Kota Probolinggo hingga pembacaan puisi oleh Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Probolinggo.
Dalam peringatan HDI tahun ini, Pemkot melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Probolinggo telah menginisiasi gelaran Festival Kelurahan Inklusif. Gerakan ini diikuti oleh semua kelurahan se-Kota Probolinggo.
Adanya festival ini, menandai dibentuknya Komunitas Disabilitas Kelurahan (KDK) di semua kelurahan di Kota Probolinggo untuk pertama kalinya. Hasilnya, diumumkan pagi itu juga.
Untuk kategori pemula (Madya) yang diikuti 23 kelurahan, Kelurahan Mayangan keluar sebagai juara 1, disusul Kelurahan jati juara 2 dan Jrebeng Kulon juara 3.
Sedangkan untuk kategori menengah, diikuti oleh 6 kelurahan. Kelurahan Pilang jadi juara 1, disusul Kelurahan Kademangan juara 2 dan Curahgrinting juara 3. Untuk pemenang video terfavorit, yakni Kelurahan Kebonsari Wetan.
Penyerahan hadiah secara simbolis kepada pemenang Festival Kelurahan Inklusif diserahkan oleh Wali Kota dr. Aminuddin.
Nampak hadir mendampingi, Wakil Wali Kota Hj. Ina Dwi Lestari S.AP, MM; Pj. Sekda Kota Dr. Rey Suwigtyo S.Sos., M.Si; anggota Forkopimda atau yang mewakili; Bunda Inklusi Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin M.Kes. Serta Kepala Dinsos Kota, Madihah, SKM.
“Sejak awal, saya bersama bu Wakil Wali Kota Hj. Ina sudah berkomitmen untuk menjadikan Kota Probolinggo ini sebagai kota inklusif. Bukan sekadar slogan semata. Salah satu implementasinya, mulai tahun ini, saya mendorong pembentukan Komunitas Disabilitas Kelurahan (KDK) di semua kelurahan,” ungkap Wali Kota dr. Aminuddin.
Tentu saja, keberadaan kelurahan ramah disabilitas ini menjadi ujung tombaknya Kota Probolinggo sebagai kota inklusif yang ramah disabilitas.
Begitupun dalam sistem pendidikan di Kota Probolinggo sudah disiapkan dengan membekali pelatihan bagi guru inklusif.
“Sinergi PPDiS dengan Australia dan Pemkot Probolinggo memberikan dukungan dengan membuka akses perguruan tinggi yang ramah disabilitas melalui fasilitasi Unit Layanan Perguruan Tinggi hingga berbagai program beasiswa untuk menyiapkan kader bangsa ini agar bisa terus belajar meraih cita-cita, dan berkontribusi pada pembangunan di Kota Probolinggo,” ungkap Wali Kota.
Ketua Pelopor Perduli Disabilitas Situbondo (PPDiS), Luluk Ariyantiny bersyukur dan sangat mengapresiasi komitmen Pemkot Probolinggo.
Menurutnya, berkat komitemen Wali Kota dr. Aminuddin PPDiS bisa melakukan fasilitasi Unit Layanan Perguruan Tinggi Inklusif di dua perguruan tinggi, yakni Institut Ahmad Dahlan Probolinggo dan Universitas Panca Marga Probolinggo.
“Kini, Difabel juga boleh kuliah. Asal mau belajar, mau S1, S2 bahkan S3, pintu terbuka selebar-lebarnya. Kita bersama akan terus berjuang, memastikan bahwa anak-anak mendapatkan haknya,” ungkap Luluk.
dr Evariani Aminuddin sebagai Bunda Inklusi Kota Probolinggo berkesempatan duet membawakan lagu bersama ananda-ananda hebat dari Y-AMI Kota Probolinggo yakni Anggi dan Nadira.
Sementara kepala Dinsos, Madihah menyebut, beragam kegiatan telah digelar dalam rangkaian peringatan HDI tahun ini. Diantaranya, melakukan penilaian diseluruh kelurahan dalam Festival Kelurahan Inklusif, khitan masal untuk anak-anak Disabilitas bekerja sama dengan Y-Ami hingga beragam kegiatan lomba dan puncak peringatan HDI sukses digelar.
Kegiatan ini pun menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen Pemkot Probolinggo dalam memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas.
Mulai pendidikan yang layak, kesehatan, bantuan sosial, hingga keadilan yang berhadapan dengan hukum. (el/*)
Editor : Muhammad Fahmi