Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dampak CFD dan Pasar Minggu Digelar di Jalan Suroyo Probolinggo, Jemaah Tiga Gereja Turun 40 Persen, Ini Sorotan FKUB

Arif Mashudi • Minggu, 7 Desember 2025 | 02:18 WIB
RAMAI: Sejumlah warga mengunjungi CFD di Jalan Suroyo, Kota Probolinggo, Minggu (10/8).
RAMAI: Sejumlah warga mengunjungi CFD di Jalan Suroyo, Kota Probolinggo, Minggu (10/8).

KANIGARAN, Radar Bromo-Tiga bulan lebih Car Free Day (CFD) atau Pasar Minggu digelar di sepanjang Jalan Suroyo Kota Probolinggo.

Selama itu pula, jumlah jemaah gereja di Jalan Suroyo menurun saat hari Minggu.

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mengungkap hal itu saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPRD Kota Probolinggo, Kamis (4/12) siang.

Agus, perwakilan dari FKUB mengatakan, dampak dari Pasar Minggu awalnya memang tidak terasa. Aktivitas ibadah jemaah berjalan seperti biasa.

Namun, lama kelamaan jumlah jemaah yang beribadah ke gereja tiap minggunya makin turun.

Bahkan, penurunan jumlah jemaah mencapai 40 persen. Dan itu terjadi di semua gereja di sepanjang Jalan Suroyo.

Sebagai informasi, ada tiga gereja yang berdiri tepat di Jalan Suroyo. Yaitu, Gereja Kristus Tuhan (GKT) Sola Gratia Probolinggo; Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel Probolinggo atau lebih dikenal dengan Gereja Merah di Jalan Suroyo 32 dan Paroki Maria Bunda Karmel di Jalan Suroyo 05.

Ketiga gereja itu hanya bisa diakses lewat Jalan Suroyo. Tidak ada jalan tembusan atau jalan lain yang bisa jadi alternatif.

Berbeda dengan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Syalom Probolinggo di Jalan Kolonel Sugiono 07 misalnya. Gereja ini bisa diakses dari Jalan Suroyo atau Jalan dr Soetomo.

”Penurunan jumlah jemaah yang beribadah Minggu menurun hingga 40 persen. Karena makin sulitnya akses bagi jemaah untuk ke lokasi gereja,” terang Agus pada Jawa Pos Radar Bromo.

Ahmad Hudri, ketua FKUB Kota Probolinggo membenarkan hal itu. Menurut dia, aktivitas Pasar Minggu di Jalan Suroyo awalnya memang tidak terasa dampaknya.

Sebab, evaluasi selalu dilakukan setiap kali Pasar Minggu usai digelar.

Namun, ternyata evaluasi itu tidak berlanjut. Selama terhentinya proses evaluasi itu, ternyata kondisi Pasar Minggu di Jalan Suroyo makin padat.

Makin banyak pedagang yang berjualan, bahkan sampai tidak terkontrol. Membuat Jalan Suroyo makin penuh sesak selama Pasar Minggu digelar.

“Kalau dibiarkan, kondisi ini berpotensi menimbulkan konflik kerukunan umat beragama. Karena terbukti, terjadi penurunan jumlah jemaah yang beribadah di geraja saat hari Minggu,” terang Hudri serius.

Selama RDP, menurutnya, perwakilan gereja sudah menyampaikan dampak digelarnya Pasar Minggu di Jalan Suroyo pada Komisi I. Harapannya, Pemkot Probolinggo melakukan evaluasi dan mempertimbangkan kembali pemilihan lokasi untuk Pasar Minggu.

Anggota Komisi I DPRD Kota Probolinggo Sibro Malisi menjelaskan, persoalan ini seharusnya menjadi pertimbangan dan evaluasi bagi pemkot untuk tidak menggelar Pasar Minggu di Jalan Suroyo.

Sebab, menurunnya jumlah jemaah gereja sangat berpotensi menimbulkan konflik dalam kerukunan umat beragama. Mereka yang hendak beribadah, terhambat atau terganggu dengan keberadaan Pasar Minggu.

”Ini sudah tiga bulan tidak ada evaluasi terhadap kegiatan Pasar Minggu. Jadi sudah ada dampak yang menjadi potensi konflik. Karena itu, ini harus segera disikapi oleh pemerintah,” tegasnya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo Slamet Swatoro menjelaskan, keluhan dan dampak yang terjadi itu akan menjadi bahan evaluasi. Juga akan disampaikan pada Wali Kota.

”Nanti kami rapatkan. Termasuk, memastikan penurunan jumlah jemaah yang mencapai 40 persen itu akan kami sampaikan ke Bapak Wali Kota,” ujarnya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#gereja #fkub #dprd #rapat dengar pendapat #car free day #Minggu #probolinggo #cfd #jalan suroyo