MAYANGAN, Radar Bromo-Yanuar Indra Pamungkas, 17, remaja yang hilang saat berenang di wisata Kumkum Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Probolinggo, Jumat (5/12), akhirnya ditemukan.
Remaja asal Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo itu ditemukan dalam kondisi meninggal, Sabtu (6/12) pagi.
Jenazah Indra ditemukan sekitar pukul 05.00. Saat itu, kondisi perairan di kawasan wisata Kumkum memang sudah surut. Sehingga, tubuh korban pun nampak.
Danposkamladu Mayangan, Letda Laut (P) Aditya Arief mengatakan, sekitar pukul 05.00 pihaknya bersama stakeholder lainnya, keluarga korban, dan dibantu masyarakat sekitar melaksanakan penyisiran di lokasi terakhir korban dinyatakan hilang.
“Sekitar pukul 05.15 kami menemukan korban dalam kondisi miring dan kelihatan siku tertanam di lumpur,” terang Aditya Arief.
“Lokasinya tidak jauh dari terakhir kali ia hilang. Sekitar 80 meter dari tepi pantai. Selanjutnya kami evakuasi menuju pinggir,” imbuhnya.
Jenazah korban lantas dibawa dengan mobil ambulans PMI Kota Probolinggo untuk pulang ke rumah duka di Kelurahan Kebonsari Kulon.
“Pihak keluarga tidak berkenan dilakuakn otopsi serta menerima insiden tersebut merupakan sebuah musibah. Sehingga, langsung dibawa pulang,” jelas Aditya.
Diketahui, Yanuar Indra Pamungkas dikabarkan hilang di perairan Kumkum, UPT PPP Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jumat (5/12) sekitar pukul 16.30.
Indra hilang saat berenang bersama dua teman sekolahnya. Yakni SH, 18 dan YH, 17. Sejatinya mereka datang berempat.
Satu teman lainnya, SR tak ikut turun ke perairan laut. Ia memilih menjaga barang-barang milik mereka di tepi kawasan Kumkum.
“Kami ke sini untuk refreshing setelah selesai UAS. Mau renang di sini,” ujar SH.
Ia menceritakan, ini adalah kali kedua mereka berenang di area Kumkum Probolinggo. Setibanya di lokasi, ketiganya langsung turun ke perairan.
Menurutnya, korban sempat mengajak untuk berenang lebih ke tengah sesaat sebelum kejadian.
“Dia bilang, ‘ayo ke tengah, masak takut ke tengah.’ Air waktu itu masih sedada, belum pasang,” tuturnya.
Mereka bertiga pun berenang ke tengah dan bermain sekitar satu jam di perairan. Ketika hendak kembali ke tepian, ketiganya mendapati adanya cekungan di bawah air.
“Rasanya kayak nyelet. Kami bertiga langsung tenggelam. Indra sempat memegang bahu saya, saya sudah bantu tarik waktu itu. Saya juga sempat terinjak dia (korban, Red) sampai ke bawah, hampir kehabisan napas, dan gak sadar. Penglihatan saya buram dan saya mengapung begitu saja sampai ke tepian. Ternyata saya selamat, tapi saya lihat Indra tidak ada,” jelasnya.
SH dan YH akhirnya berhasil naik ke permukaan dan menuju tepi. Namun ketika itu, Indra sudah tidak lagi terlihat di perairan.
Sepupu korban, Ahmad Ridho, 18, menyampaikan bahwa Indra merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.
Ia sempat tinggal bersama keluarga angkatnya di Pakistaji sejak kecil, sebelum kembali ke rumah orang tuanya di Kebonsari Kulon ketika mulai masuk SMK.
“Dia memang tidak bisa berenang. Anaknya penakut, gak berani kalau disuruh ke tengah begitu,” jelasnya. (gus/mie)
Editor : Muhammad Fahmi