Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Renang di Wisata Kumkum Mayangan Probolinggo, Remaja asal Kebonsari Kulon Hilang, Tim Gabungan Sisir Perairan

Inneke Agustin • Sabtu, 6 Desember 2025 | 03:19 WIB
MENUNGGU: Keluarga dan teman korban tengah menunggu hasil penyisiran di area wisata Kumkum, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo Jumat (5/12)
MENUNGGU: Keluarga dan teman korban tengah menunggu hasil penyisiran di area wisata Kumkum, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo Jumat (5/12)

MAYANGAN, Radar Bromo–Seorang remaja bernama Yanuar Indra Pamungkas, 18 dilaporkan hilang di perairan Kum-Kum, Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Kelurahan/ Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jumat sore (5/12).

Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian remaja asal Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo itu masih dilakukan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Yanuar dikabarkan hilang sekitar pukul 16.30. Indra hilang saat berenang bersama dua teman sekolahnya.

Kabar hilangnya Indra muncul setelah ia bersama dua temannya, SH, 18, warga Desa Kareng Kidul, Kecamatan Wonomerto, dan YH, 17, warga Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok.

Mereka berenang di kawasan wisata bahari tersebut. Sejatinya mereka tak hanya datang bertiga.

Ada satu teman lagi mereka. Namun, tak ikut turun ke perairan wisata kum-kum, yakni SR, 17.  Warga Mayangan itu memilih menunggu di kedai makan sambil menjaga ponsel kawan-kawannya.

“Kami ke sini untuk refreshing setelah selesai UAS. Mau renang di sini,” ujar SH.

Ia menceritakan, ini adalah kali kedua mereka berenang di area Kum-Kum Probolinggo. Setibanya di lokasi, ketiganya langsung turun ke perairan.

Menurutnya, korban sempat mengajak untuk berenang lebih ke tengah sesaat sebelum kejadian.

“Dia bilang, ‘ayo ke tengah, masak takut ke tengah.’ Air waktu itu masih sedada, belum pasang,” tuturnya.

Mereka bertiga pun berenang ke tengah dan bermain sekitar satu jam di perairan.

Ketika hendak kembali ke tepian, ketiganya mendapati adanya cekungan di bawah air.

Baca Juga: Duduk Perkara Viral Pungutan di Gazebo Wisata Kumkum PPP Mayangan Probolinggo, Pengelola Ungkap Alasan

“Rasanya kayak nyelet. Kami bertiga langsung tenggelam. Indra sempat memegang bahu saya, saya sudah bantu tarik waktu itu. Saya juga sempat terinjak dia (korban, Red) sampai ke bawah, hampir kehabisan napas, dan gak sadar,” ceritanya.

“Penglihatan saya buram dan saya mengapung begitu saja sampai ke tepian. Ternyata saya selamat, tapi saya lihat Indra tidak ada,” jelasnya.

SH dan YH akhirnya berhasil naik ke permukaan dan menuju tepi. Namun ketika itu, Indra sudah tidak lagi terlihat di perairan.

“Saya langsung minta bantuan warga untuk menolong Indra. Tapi Indra sudah tidak kelihatan,” tambahnya.

Sepupu korban, Ahmad Ridho Putra Ramadhan (18), menyampaikan bahwa Indra merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.

Ia sempat tinggal bersama keluarga angkatnya di Pakistaji sejak kecil, sebelum kembali ke rumah orang tuanya di Kebonsari Kulon ketika mulai masuk SMK.

“Dia memang tidak bisa berenang. Anaknya penakut, gak berani kalau disuruh ke tengah begitu,” jelasnya.

Hingga berita ini ditulis, pencarian masih berlangsung. Tim gabungan dari BPBD Kota Probolinggo, Polairud, dan TNI AL terus menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan keberadaan Indra. (gus/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#hanyut #tenggelam #wisata kumkum #Kanigaran #hilang #Mayangan #renang