PEMERINTAH Kota (Pemkot) Probolinggo kembali menyalurkan Bantuan LangsungTunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA), dalam penyaluran BLT-DBHCHT Tahap II ini ada 3.182 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Masing-masing KPM mendapatkan bantuan Rp 900 ribu untuk 3 bulan (Oktober, November, dan Desember).
Mereka merupakan masyarakat dari desil 1-5 dan di 5 kecamatan se-Kota Probolinggo. Rinciannya, terdiri atas 39 KPM buruh pabrik rokok, 91 KPM buruh tani tembakau, 3.008 KPM fakir miskin, dan 44 KPM keluarga anak stunting.
Terbanyak berasal dari Kecamatan Kanigaran, ada 965 KPM, disusul Kecamatan Mayangan 680 KPM, Kecamatan Kedopok 513 KPM, Kecamatan Wonoasih 555 KPM, dan Kecamatan Kademangan 469 KPM.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG (K)., M.Kes. menyerahkan secara simbolis BLT DBHCHT Tahap II kepada perwakilan KPM.
Tampak hadir Wakil Wali Kota Probolinggo Hj. Ina Dwi Lestari, S.AP., M.M.; dan Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan, S.H.
Ada juga perwakilan anggota Forkopimda, perwakilan BPS Kota Probolinggo, perwakilan Bank Jatim Cabang Probolinggo, serta kepala perangkat daerah, camat, hingga lurah di lingkungan Pemkot Probolinggo.
BLT DBHCHT merupakan program bantuan langsung tunai dari pemerintah yang diambilkan dari dana cukai hasil tembakau untuk masyarakat yang membutuhkan.
Khususnya, pekerja di sektor tembakau. Seperti buruh pabrik rokok, buruh tani tembakau, dan masyarakat rentan lainnya.
Seperti diungkapkan Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dalam arahannya, bantuan ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kemiskinan, sekaligus perlindungan sosial bagi warga yang membutuhkan.
“Saya berharap bantuan ini tidak habis semua dipakai kebutuhan konsumtif. Manfaatkan sebaik-baiknya, bisa dibuat modal usaha ya bapak ibu, sehingga nanti bisa menghasilkan,” ujarnya.
Menurut Wali Kota, BLT-DBHCHT disalurkan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah diverifikasi Badan Pusat Statistik (BPS).
Sehingga, dapat dipastikan bantuan ini tersalurkan dengan tepat sasaran. Yakni, KPM yang masuk kategori desil 1-5.
“Pemkot akan terus mendukung berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Semoga BLT ini dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang membutuhkan,” harap Wali Kota.
Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengatakan, legislatif dan eksekutif selalu bersinergi.
“Insyaallah, menurut kami penyaluran BLT-DBHCHT tahap II ini sudah valid. Sebab, orang-orang yang menerima tidak dobel dengan bantuan yang sebelumnya sudah ada. Mereka ini murni belum tercover bantuan apapun. Ini sudah sesuai persyaratan dan aturan,” ujarnya.
Kepala Dinsos-PPPA Kota Probolinggo Madihah, SKM. mengungkapkan, penyaluran BLT dilakukan selama dua hari.
Selasa (2/12), untuk wilayah Kecamatan Mayangan berlangsung di kantor Kelurahan Mangunharjo dan wilayah Kanigaran digelar di Kantor Kecamatan Kanigaran.
Rabu (3/12), penyaluran BLT-DBHCHT untuk tiga kecamatan berlangsung di tiga kantor kecamatan masing-masing. Yakni, Kecamatan Kademangan, Wonoasih, dan Kedopok.
Menurut Madihah, KPM yang tidak bisa hadir memenuhi undangan penyerahan BLT diberikan kesempatan untuk mengambil di Kantor Dinsos PPPA Kota Probolinggo, pada Kamis-Jumat (4-5/12).
“Khusus KPM yang tidak bisa hadir ke lokasi penyaluran maupun kantor Dinsos PPPA karena sakit, petugas Dinsos didampingi TKSK dan PSM yang mengantarkan langsung sekaligus untuk memastikan penyaluran KPM tepat sasaran,” jelasnya.
Penyaluran BLT-DBHCHT pun mengundang senyum bahagia sejumlah KPM.
Salah satunya, Sukat, 48, warga Kelurahan Pakistaji, Kecamata Wonoasih. Ia mengaku bersyukur setelah lima tahun menjadi buruh tani tembakau, baru kali ini mendapatkan BLT.
“Saya sangat bersyukur. Situasi ekonomi sedang sulit. Tahu-tahu dapat BLT Rp 900 ribu. Alhamdulillah, ini bisa buat modal usaha, sebagian untuk beli beras,” ungkapnya.
Sedikit berbeda dengan Husnul Khotimah, 38, warga Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok.
“Ini anak saya dulu lahir prematur, sekarang sudah usia 2,5 tahun kata puskesmas masuk kategori anak stunting. Alhamdulillah, baru ini dapat BLT, bantuan ini bisa saya gunakan untuk beli susu dan makanan bergizi buat anak saya. Terima kasih Pak Wali,” ungkapnya. (el/adv)
Editor : Muhammad Fahmi