Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sejoli Korban Kecelakaan Maut Beat v Truk di Jorongan Probolinggo Pengantin Baru, Batal Gelar Syukuran Ngunduh Mantu

Muhammad Fahmi • Jumat, 28 November 2025 | 15:13 WIB
NAHAS: Kondisi motor korban ringsek parah saat diamankan. Inset korban semasa hidup. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)
NAHAS: Kondisi motor korban ringsek parah saat diamankan. Inset korban semasa hidup. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)

TEGALSIWALAN, Radar Bromo-Korban kecelakaan maut motor Beat tabrakan adu banteng dengan truk di jalan raya Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo ternyata merupakan pasangan suami-istri (pasutri) baru.

Keduanya yakni Muhammad Mario, 21 dan Ani Fitriana, 20. Meski pengantin baru, data kependudukan mereka belum berubah.

Kartu tanda kependudukan (KTP) keduanya tercatat masih belum kawin. Alamat keduanya dalam KTP milik mereka juga masih berbeda.

Mario tercatat beralamatkan di Dusun Kemirian, Desa Bladokulon, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.

Sementara sang istri Ani Fitriana tercatat sebagai warga Dusun Buburi, Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kedua korban juga dimakamkan di tempat berbeda.

Mario dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) sekitar rumahnya di Dusun Kemirian, Desa Bladokulon.

“Dimakamkan (Jumat, 28/11) dinihari sekitar pukul 00.00. Sebab, datangnya jenazah dari RS juga sudah larut malam, Mas,” ujar Didit Budi Santoso, Kasun Kemirian.

Menurut Didit, Mario dimakamkan lebih dulu. Sebab, untuk pemakaman istrinya yang meninggal lebih dulu, masih nunggu info dari keluarga istrinya.

“Untuk istrinya itu, ayahnya kerja di Malaysia. Tidak tahu dimakamkan kapan, yang jelas infonya dimakamkan di Desa Paras, tempat asalnya (sang istri),” beber Didit.

Menurut Didit, Mario dan Ani sudah menikah sekitar 7 bulan lalu. Hanya saja, perubahan data kependudukan mereka masih belum diurus. Sehingga, di KTP tercatat masih belum kawin.

Pasutri baru itu juga direncanakan menggelar syukuran resepsi pernikahan pada Januari mendatang.

“Kalau resepsi di pihak perempuannya, sudah sekitar 7 bulan lalu. Nah, syukuran di rumah suaminya sebenarnya digelar Januari,” beber Didit.

Didit menceritakan, Kamis malam (27/11) itu, pasutri itu berniat untuk membesuk kerabat sang istri di RSUD dr Moh Saleh.

“Katanya yang saya dengar, mau ngantar Salinan. Ada keluarga dari istri yang sedang sakit begitu,” terangnya.

Namun, belum sampai di tujuan, petaka itu terjadi. Motor Honda Beat yang mereka tumpangi, tabrakan adu banteng dengan truk di jalan Probolinggo-Lumajang, masuk Desa Jorongan, Kecamatan Leces.

Salah satu saksi mata, Junaedi menerangkan, saat itu korban yang boncengan melaju dari arah selatan ke utara. Saat sampai di lokasi kejadian, motor mereka tertabrak truk dari arah berlawanan.

Semula Junaedi mengira, truk tersebut hendak menyalip kendaraan yang ada di depannya.

“Tapi saya lihat, kok ternyata malah nyeberang masuk ke jalur satunya. Sampai nabrak pemotor ini dan akhirnya berhenti karena menabrak pohon di seberang jalan. Sepertinya, rem blong,” duga pria asal Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo itu.

Truk itu menabrak motor korban adu muka. Akibatnya fatal. Kedua korban akhirnya terlempar ke sisi barat jalan.

Korban Mario sendiri selama ini dikenal bekerja di SPBU Malasan. "Ia anak yang baik. Tak pernah neko-neko selama saya kenal. Ia juga sering nyapa, kalau saya ngisi di pom tempatnya bekerja," terang Didit. 

Editor : Muhammad Fahmi
#tegalsiwalan #beat #Leces #jorongan #jalur probolinggo-lumajang #probolinggo #kecelakaan maut #adu banteng