Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Update Kecelakaan Maut Beat v Truk di Jorongan Probolinggo: Sejoli asal Tegalsiwalan Meninggal, Motor Ringsek

Inneke Agustin • Jumat, 28 November 2025 | 06:16 WIB

 

RINGSEK: Kondisi motor korban saat diamankan. Inset kedua korban semasa hidup. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)
RINGSEK: Kondisi motor korban saat diamankan. Inset kedua korban semasa hidup. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)
 

LECES, Radar Bromo-Jumlah korban kecelakaan maut melibatkan motor Honda Beat dan truk di jalan raya Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Kamis malam (27/11) bertambah.

Setelah seorang korban perempuan meninggal di lokasi kejadian, selang beberapa jam kemudian, korban lelaki akhirnya juga mengembuskan napas terakhirnya.

Korban lelaki yang diketahui bernama Muhammad Mario, 21 meninggal di RS Wonolangan, sekitar pukul 21.00.

Pria yang di KTP nya tercatat sebagai warga Desa Bladokulon, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo itu sempat dirawat di RS Wonolangan karena alami sejumlah luka imbas kecelakaan maut itu.

Setelah meninggal, jenazahnya dibawa ke RSUD dr Moh Saleh. Dengan begitu, kecelakaan maut tersebut merenggut 2 nyawa.

Sebelumnya, Ani Fitriana, 20, yang dibonceng korban Mario meninggal terlebih dahulu sesaat setelah kejadian.

Jenazah warga Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo itu langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Moh Saleh.

Sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di jalan raya Probolinggo-Lumajang di Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Motor Honda Beat yang ditumpangi sejoli, terlibat tabrakan adu banteng dengan truk.

Saking kerasnya tabrakan itu, membuat motor Honda Beat yang ditumpangi sejoli asal Tegalsiwalan bernopol N 3429 QL alami ringsek parah.

Salah satu saksi mata, Junaedi menerangkan, saat itu korban yang boncengan melaju dari arah selatan ke utara. Saat sampai di lokasi kejadian, motor mereka tertabrak truk dari arah berlawanan.

Semula Junaedi mengira, truk tersebut hendak menyalip kendaraan yang ada di depannya.

“Tapi saya lihat, kok ternyata malah nyeberang masuk ke jalur satunya. Sampai nabrak pemotor ini dan akhirnya berhenti karena menabrak pohon di seberang jalan. Sepertinya, rem blong,” duga pria asal Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo itu.

Truk itu menabrak motor korban adu muka. Akibatnya fatal. Kedua korban akhirnya terlempar ke sisi barat jalan.

Namun menurut Junaedi, saat itu korban Mario sudah tak bergerak, sementara Ani masih sempat menggerakkan tangannya.

“Tadi yang perempuan sempat gerakkan tangan masih. Yang cowok sudah tidak bergerak,” ungkapnya.

Kedua korban sempat dievakuasi ke Puskesmas Jorongan. Namun, Ani yang dibonceng dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya lantas dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr Moh Saleh.

Sementara Mario dilarikan ke RS Wonolangan. Namun selang beberapa jam kemudian, Mario juga dinyatakan meninggal dunia.

Dari KTP keduanya, tercatat mereka masih belum kawin. Sejumlah warga yang ditemui di kamar jenazah menyebut keduanya masih tunangan.

Namun, sejumlah warga tempat asal korban di kolom komentar Facebook Jawa Pos Radar Bromo menyebut, kedua korban sudah menikah.

Sampai berita ini ditulis, Jawa Pos Radar Bromo masih belum mendapat keterangan resmi dari polisi atas insiden tersebut.

Polisi sejauh ini masih mencari sejumlah saksi dan hendak melakukan olah TKP.

 

Editor : Muhammad Fahmi
#tegalsiwalan #beat #Leces #jorongan #sejoli #meninggal #probolinggo #kecelakaan maut