PEMERINTAH Kota (Pemkot) Probolinggo terus berkomitmen mengantisipasi tindak kekerasan di kalangan pelajar. Serta berusaha meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan berakhlak mulia.
Salah satunya dengan melibatkan 150 pelajar tingkat SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA se-Kota Probolinggo. Sabtu (15/11), Pemkot menggelar launching dan Deklarasi Duta Pelajar Antikekerasan (Kamtibmaspro) di Ruang Puri Manggala Bhakti, Kantor Wali Kota Probolinggo.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat. Di antaranya, Pj. Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Dr. Rey Suwigtyo, S.Sos., M.Si. Ia mewakili Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin.
Hadir juga Kapolres Probolinggo Kota AKPB Rico Yumasri dan Dandim 0820 yang dihadiri Kasdim. Ada juga Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Dr. Siti Romlah, S.Si., M.Pd. dan Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Fatchur, Rozy, S.H., M.M.
Launching dan Deklarasi ditandai dengan penandatanganan komitmen antara sejumlah pelajar mewakili sekolah dengan Pemkot Probolinggo, Polres Probolinggo Kota, dan Kodim 0820 Probolinggo. Usai penandatanganan, dilanjutkan foto bersama seluruh duta pelajar antikekerasan Kota Probolinggo.
Dalam arahannya, Pj. Sekda Kota Probolinggo Dr. Rey Suwigtyo mengatakan, Launching dan Deklarasi Duta Pelajar Antikekerasan (Kamtibmaspro) merupakan program strategis kepolisian dan Dinas Pendidikan.
Serta, didukung oleh GP Ansor Kota Probolinggo untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah.
Menurutnya, akhir-akhir ini, di Indonesia, khusunya di Kota Probolinggo, beredar berita di berbagai media, fenomena baru; geng motor. Dulu awalnya dari Jawa Barat, namun kini merambah ke Probolinggo.
“Pagi ini, kegiatan yang digagas Pak Kapolres Rico ini adalah upaya nyata agar berdampak. Harapannya, khususnya dari pelajar SMP hingga SMA, bermusyawarah, membuat gagasan, sumbangsih, bagaimana agar Kota Probolinggo menjadi kota nyaman, aman, dan damai untuk ditinggali,” ujarnya.
Dengan melibatkan para pelajar, Pj Sekda mengaku berharap mereka ambil bagian dari sekolah, seperti ketua OSIS dan ketua Pramuka. Bisa menjadi pioner dari masing-masing sekolah.
“Adik-adik dipilih, dijadikan percontohan pelajar. Jadi pelopor dan pelapor saat di lingkungan adik-adik terjadi kekerasan, sehingga pembelajaran di lingkungan sekolah bisa nyaman dan maksimal,” jelasnya.
Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri dalam arahannya mengatakan, Deklarasi Duta Pelajar Antikekerasan (Kamtibmaspro) merupakan salah satu upaya membentuk karakter pelajar berintegritas. Serta, aktif menjaga suasana nyaman dan kondustif di lingkungan sekolah.
“Saya berharap, melalui deklarasi pelajar antikekerasan ini menjadi komitmen kita bersama, komitmen sekolah, dan komitmen adik-adik untuk respons terhadap lingkungan sekitar jadi pelopor antikekerasan. Cermatlah dalam menerima infomasi. Mana yang harus diserap, mana yang harus diabaikan, dan mana yang harus dilaporkan. Sebab, bagaimanapun juga, suatu saat nanti negara ini adalah tanggung jawab adik-adik semua,” katanya.
Kasdim dalam paparannya memotivasi para pelajar agar menjadi pelajar yang beradab, berilmu, adaptif, dan tangguh di segala kondisi. Menurutnya, kepedulian generasi muda terhadap ketertiban dan keamanan, merupakan pembentukan karakter pelajar yang kuat.
Usai launcing dan deklarasi, seluruh Duta Pelajar Antikekerasan mendapat pembekalan untuk menguatkan komitmen. Interaksi dua arah tampak dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Ada sejumlah narasumber yang berbagi ilmu. Di antaranya, Kasat Binmas, Kasat Reskrim, Kasat Intel, dan Ketua GP Anshor Kota Probolinggo. (el/adv)
Editor : Muhammad Fahmi