PROBOLINGGO, Radar Bromo - Keluarga warga Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Riki, 24, berduka.
Jumat (7/11) siang, Riki meninggal dunia. Ia diduga menjadi korban penganiayaan oleh sesama warga Desa Gili Ketapang, berinisial Wh, 22.
Rekan korban, Muhammad Firdaus, 21, mengatakan, peristiwa itu terjadi Kamis (6/11) siang. Saat itu, korban tengah santai di sebuah warung kopi di sisi timur Pulau Gili bersama sejumlah rekannya.
“Tiba-tiba pelaku datang ke kami. Tanpa basa basi memukul Riki (korban). Dia datang dengan mengendarai motor bersama seorang lelaki, tapi saya tidak tahu itu siapa,” katanya.
Setelah itu, kata Firdaus, korban diajak pelaku ke lapangan yang jaraknya tak jauh dari lokasi mereka ngopi. Tak enak hati, Firdaus bersama rekannya, Abdul Muis, 21, membuntuti korban.
“Ternyata Riki (korban) dibawa ke Lapangan Arget. Di sana dia dipukuli,” jelasnya.
Firdaus dan Muis berupaya membantu korban. Namun, mereka dihalangi oleh tiga orang pemuda yang mereka juga tidak kenal.
“Kami mau bantu Riki (korban), tapi dihalangi. Baru setelah ia (korban) jatuh ke tanah, mereka meninggalkannya begitu saja. Di situlah kami baru bisa bantu dia (korban),” jelasnya.
Meski demikian, Firdaus tidak tahu menahu permasalahan yang sedang dihadapi korban. Ia mengaku jarang bertemu dengan korban.
“Meski kami sesama nelayan, tapi jarang ketemu. Bahkan, itu kali pertama saya ketemu dia (korban) setelah dua minggu tidak ketemu. Kan dia jarang pulang. Kalau pulang juga tidak pernah cerita ada masalah apa, paling cerita kerjaan,” terangnya.
Firdaus mengatakan, saat itu korban sudah mengalami luka di bagian kepala.
“Kepalanya luka dan berdarah. Tapi saya tidak tahu pasti teman saya ini diapakan. Apa dipukul atau diapakan. Saya tidak memperhatikan karena saya dihalangi oleh tiga orang tadi,” katanya.
Setelah itu, Firdaus mengantarkan korban pulang. Ia mengira rekannya akan segera sembuh. Namun, Jumat (7/11), sekitar pukul 13.00, korban dinyatakan meninggal dunia.
Tak terima dengan kematian korban, pihak keluarga melapor ke kepolisian. Jenazah korban lantas dibawa ke kamar jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo untuk diotopsi.
“Saya tidak terima. Saya minta keadilan untuk Om saya yang telah dibunuh,” ujar keponakan korban, Fika Risma, 19, sambil menangis.
Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota Iptu Zaenal Arifin mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan.
“Kami akan meminta keterangan beberapa saksi serta melakukan otopsi pada jenazah korban. Ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban,” ungkapnya.
Petugas kamar jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh, Gusti Ferdy Lesmana mengatakan, jenazah korban telah dievakuasi ke kamar jenazah sejak Jumat (7/11).
Sabtu (8/11), proses otopsi dilakukan dengan dibantu petugas otopsi dari Polda Jatim.
“Kalau pemeriksaan luar, sementara ini diketahui ada luka di bagian belakang sebelah kanan kepalanya,” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Jawanto Arifin