PROBOLINGGO, Radar Bromo - Adanya aduan masyarakat terkait dugaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bercampur air di Kota Probolinggo, menjadi perhatian serius banyak pihak.
Karena itu, petugas gabungan turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU.
Petugas gabungan berasal dari Satreskrim Polres Probolinggo Kota; Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo; serta Pertamina Patra Niaga II Malang.
Selasa (4/11), mereka menyidak lima SPBU. Di antaranya, SPBU Mastrip, SPBU Triwung Lor, SPBU Mayangan, SPBU Pilang, dan SPBU Kasbah.
“Sidak ini kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, sebagai respons atas aduan masyarakat terkait dugaan BBM bercampur air atau takaran yang kurang. Kami ingin memastikan bahwa layanan BBM di Kota Probolinggo, benar-benar sesuai standar,” ujar Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Zaenal Arifin.
Hasil pemeriksaan di lima SPBU itu menunjukkan tidak ditemukan campuran air maupun zat lain dalam BBM Pertalite.
Hasil uji takaran juga menunjukkan volume BBM yang dikeluarkan dari dispenser masih sesuai standar kalibrasi resmi.
“Alhamdulillah, dari hasil pengecekan bersama ini, tidak ada temuan pelanggaran. Sebelum BBM masuk ke tangki pendam, pihak SPBU memang sudah melakukan pengecekan kualitas terlebih dahulu,” terang Zaenal.
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga II Malang Hendra Saputra mengatakan, secara rinci proses pengecekan dilakukan melalui tiga tahapan utama.
Pertama, pemeriksaan kandungan air di tangki pendam untuk memastikan tidak ada kebocoran atau kontaminasi. Kedua, uji sampel BBM dari nozzle untuk mengecek takarannya.
Ketiga, pemeriksaan warna BBM yang menjadi indikator penting dalam mendeteksi campuran atau degradasi bahan bakar.
“Dari ketiga indikator tersebut, hasilnya semua normal. Warna dan kandungan Pertalite masih sesuai standar yang ditetapkan Pertamina,” jelasnya.
Hendra juga mengimbau masyarakat bijak memilih jenis bahan bakar sesuai spesifikasi kendaraan masing-masing.
“Pertalite disarankan untuk kendaraan dengan rasio kompresi mesin 1:9. Sedangkan, kendaraan keluaran baru dengan rasio kompresi 1:10 ke atas, sebaiknya menggunakan Pertamax agar performa mesin lebih optimal dan efisien,” ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah motor warga Kota Probolinggo, sempat brebet hingga mogok. Hal ini terjadi sejak awal minggu lalu.
Ini terjadi setelah para pemilik kotor mengaku mengisi BBM jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Kota Probolinggo. Dugaannya, karena campuran dalam Pertalite. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando