LECES, Radar Bromo - Warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Hayyi, 40, dilarikan ke Puskesmas Jorongan.
Minggu (2/11), ia menjadi korban pembacokan oleh seorang warga Kabupaten Probolinggo, berinisial Hai.
Kasusnya bermula ketika Hayyi menerima direct message dari akun media sosial milik teman kerjanya dulu, sekitar pukul 13.00. Yakni, seorang perempuan berinisial Di.
Ternyata yang mengirim pesan itu suami Di, yakni Hai.
“Dia tiba-tiba tanya nomor kontak saya dan minta ketemuan. Kalau saya dengan Di memang sudah lama kenal, sebab dulu pernah satu tempat kerja pada 2019,” ujar Hayyi.
Menurutnya, Hai bertanya mengapa dirinya mengirim foto kepada istrinya.
Namun, Hayyi mengaku hanya mengirim emoji.
“Saya hanya mengirim emoji lambaian tangan. Masih ada kok pesannya. Makanya, saya tanya yang dimaksud foto yang mana?” terangnya.
Karena diminta bertemu, Hayyi mengiyakan. Mereka bertemu di salah satu minimarket di Desa Jorongan, Kecamatan Leces, sekitar pukul 14.25.
“Ketika saya sampai di sana, dia (pelaku) bersama istrinya sudah sampai duluan,” katanya.
Saat Hayyi masih memarkirkan motornya, Hai menghampirinya. Mereka cekcok. Pelaku sempat menonjok Hayyi.
“Kemudian, ia mengeluarkan celurit dari pinggangnya. Saya kaget, tidak mengira kalau dia bawa celurit. Sebab, semula bilangnya mau ngobrol,” ungkapnya.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian ini tak berani melerai, karena pelaku membawa senjata tajam.
Baru ketika Hayyi terluka di bagian kepala dan terjatuh dari motornya, pelaku bersama istrinya kabur.
“Saya dibawa warga ke Puskesmas Jorongan, untuk diobati. Kepala saya mengalami luka bacok. Robek hingga harus dijahit enam jahitan. Pada hari itu juga saya laporan ke Polsek Leces. Saya mau kasus ini ditindak tegas,” katanya.
Kanit Reskrim Polsek Leces Aiptu Fajar Prajawanto mengaku telah menerima laporan tersebut.
“Saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando