PROBOLINGGO, Radar Bromo, Jaringan pipa induk milik Perumdam Bayuangga Kota Probolinggo pecah akibat terdampak pengerjaan galian di Jalan Soekarno Hatta, Jumat (31/10) sore. Akibatnya aliran air bersih ke masyarakat Kota Probolinggo nyaris lumpuh total.
Syukur proses perbaikan lekas dilakukan. Pipa tersebut rampung diperbaiki pada Sabtu (1/11) siang.
Direktur Perumdam Bayuangga Kota Probolinggo, Indra Sovia Jalal mengatakan bahwa pipa terdampak pengejaan galian pada Jumat (31/10) sekitar pukul 14.30.
Pipa tersebut merupakan jenis pipa ACP (Asbestos Cement Pipe) atau asbes yang berusia puluhan tahun dengan ukuran 10 inch.
“Mendapat laporan tersebut, tim kami langsung melakukan perbaikan di titik lokasi,” katanya.
Meski demikian, proses perbaikan berjalan cukup sulit karena jenis pipa yang saat ini sudah tidak diproduksi. Sehingga untuk gantinya, pihak Perumdam Bayuangga harus melakukan kustomisasi.
“Kami sambung menggunakan pipa PVC dengan sistem custom. Lalu kami sambung menggunakan giboult joint,” tuturnya.
Indra mengatakan, selama proses perbaikan, keempat pompa air Kota Probolinggo dimatikan sementara. Ini untuk mempermudah proses perbaikan. Pipa asbes yang bocor dipotong sepanjang dua meter dan lalu diganti dengan pipa PVC yang baru.
“Kalau dari awal proyek dilaksanakan hingga saat ini, kami hitung sudah ada 50 titik di sepanjang Jalan Soekarno Hatta ini yang terdampak. Baik pipa ataupun meteran. Nanti kami estimasikan total kerugiannya. Ke depan kami akan koordinasikan hal tersebut dengan pelaksana. Kami tidak menolak adanya proyek ini, cuma ya tolong lebih hati-hati,” terangnya.
Akibat kejadian ini, sebanyak 80 persen dari total sambungan rumah (SR) sebanyak 20.900 se Kota Probolinggo, terdampak. Beberapa di antaranya di daerah Mayangan dan Sukabumi.
Seperti yang disampaikan oleh Ketua RT 03/RW 02 Mayangan, Munaya. “Mulai semalam aliran air sudah kecil. Tadi pagi (01/11) sudah mati, tidak keluar sama sekali. Jadi tidak bisa masak, tidak bisa mandi, tidak bisa berkegiatan yang membutuhkan air,” terangnya.
Hal senada juga disampaikan oleh warga Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Muhammad Sholeh. Dia mengatakan bahwa aliran kran di rumahnya mulai mati sejak Jumat (31/10) sore. Hingga Sabtu (01/11) siang masih belum mengalir juga.
“Untung saudara saya ada yang pakai pompa, jadi ya numpang sementara waktu,” ungkapnya.
Kasubag Transmisi dan Distribusi Perumdam Bayuangga, Poniman mengatakan bahwa setelah proses perbaikan selesai, pihaknya akan melakukan penghembusan udara di dalam pipa. “Setelah itu proses pemerataan distribusi. Kalau area yang dekat dengan titik kebocoran ini mungkin bisa langsung lancar hari ini (01/11). Kalau daerah yang jauh-jauh kemungkinan baru besok (02/11) lancarnya,” beber Poniman.
Terpisah, salah satu pelaksana proyek revitalisasi Jalan Soekarno Hatta Kota Probolinggo, Slamet Yusono mengatakan bahwa pipa tersebut terdampak saat proses pengerukan untuk jalur peletakan box culvert.
“Kami sudah menginformasikan bahwa itu butuh kedalaman 130 sentimeter totalnya. Tapi ketika kami keruk belum sampai sedalam itu, sudah kena duluan pipanya. Kami segera melaporkan hal itu ke atasan dan sudah diselesaikan,” terangnya. (gus/fun)
Editor : Abdul Wahid