Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jaga Ketahanan Pangan, Pemerintah Desa Karanganyar, Kecamatan Bantaran Kembangkan Peternakan Bebek Potong

Didik Purwanto • Jumat, 31 Oktober 2025 | 10:00 WIB
KETAHANAN PANGAN: Pj Kepala Desa Karanganyar Edi Kusnanto (jongkok) bersama Bendahara Desa Cholilur Rohman melihat pengembangan ketahanan pangan bebek pedaging.
KETAHANAN PANGAN: Pj Kepala Desa Karanganyar Edi Kusnanto (jongkok) bersama Bendahara Desa Cholilur Rohman melihat pengembangan ketahanan pangan bebek pedaging.

PEMERINTAH Desa Karanganyar, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, terus berupaya melakukan pembangunan secara berkelanjutan sesuai skala prioritas. Semua program dilaksanakan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Melalui musyawarah desa, setiap program pembangunan Pemerintah Desa Karanganyar disepakati bersama warga. Agar tepat sasaran dan membawa manfaat nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tahun ini, fokus anggaran diarahkan terhadap peningkatan infrastruktur dasar dan fasilitas umum penunjang perekonomian warga. Salah satunya pengaspalan jalan sepanjang 320 meter dengan lebar 2,5 meter dari Dusun Macan RT 2/RW 1 hingga Dusun Dawuhan RT 12/RW 4.

Jalan ini menjadi jalur vital bagi warga untuk mendistribusikan hasil pertanian dan mobilitas ekonomi antarwilayah. Selain itu, pemerintah desa juga melakukan pemeliharaan kantor desa. Berupa pengecatan, pemasangan partisi, dan pembuatan taman. Dengan tujuan agar lingkungan balai desa terlihat lebih tertata dan representatif sebagai pusat pelayanan publik.

Pemerintah desa juga merabat beton jalan sepanjang 40 meter dengan lebar 2,2 meter dan ketebalan 12 sentimeter di Dusun Sumur RT 8/RW 3. Serta, membangun tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 15 meter dengan pelat deker 1,2 meter di Dusun Krajan RT 6/RW 2.

BUTUH BANTUAN: Pj Kepala Desa Karanganyar Edi Kusnanto melihat langsung rumah warga di bibir tanggul bantaran Sungai Karanganyar di Dusun Krajan RT 4/RW 2 yang ambrol terkikis banjir.
BUTUH BANTUAN: Pj Kepala Desa Karanganyar Edi Kusnanto melihat langsung rumah warga di bibir tanggul bantaran Sungai Karanganyar di Dusun Krajan RT 4/RW 2 yang ambrol terkikis banjir.

Sektor kesehatan tak luput dari perhatian. Pemerintah Desa Karanganyar mengalokasikan anggaran Rp 146 juta untuk mendukung kegiatan Posyandu yang meng-cover 260 balita, 30 ibu hamil, dan 80 warga lanjut usia (lansia). Program ini juga menyertakan pemberian makanan tambahan sebagai upaya menekan angka stunting.

Warga kurang mampu juga terus diperhatikan. Pemerintah desa menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada 15 keluarga penerima manfaat dan melaksanakan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tahun ini ada tiga unit yang akan dibangun. Masing-masing di Dusun Krajan dan Dusun Sumur.

Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karanganyar Hebat, pemerintah desa juga mengembangkan ketahanan pangan lewat budi daya bebek potong.

Program ini dipilih karena perawatan mudah dan panennya cepat. Hanya butuh sekitar 40 hari. Kini terdapat 1.326 bibit bebek dan 816 bibit sudah dipanen. Selain menambah kas desa, juga dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi warga.

 

Berharap Pemkab Bangun TPT dan DAM

Dusun Krajan, Desa Karanganyar, rawan longsor dan banjir saat musim hujan. Maklum, dusun ini juga berbatas dengan sungai besar. Karena itu, pemerintah desa berharap Pemkab Probolinggo membantu pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dan bendungan atau DAM.

BUTUH DAM: Pj Kepala Desa Karanganyar Edi Kusnanto berharap pemerintah daerah/pusat bisa membangunkan DAM di Dusun Macan, untuk irigasi yang lebih baik di Dusun Krajan.
BUTUH DAM: Pj Kepala Desa Karanganyar Edi Kusnanto berharap pemerintah daerah/pusat bisa membangunkan DAM di Dusun Macan, untuk irigasi yang lebih baik di Dusun Krajan.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Karanganyar Edi Kusnanto mengatakan, lokasi di sepanjang aliran Sungai Besar Karanganyar di RT 4/RW 2, sudah beberapa kali longsor. Derasnya arus sungai kerap menggerus tebing hingga menimbulkan kerugian materi bagi warga.

“Pernah kandang hewan, bahkan kambing milik warga hanyut terbawa banjir saat kejadian 4 Mei 2023,” ujarnya.

Sejatinya, di lokasi ini pernah dibangun bronjong oleh Pemprov Jawa Timur. Namun, ternyata ikut hanyut terseret arus ketika debit air meningkat.

Karena itu, pihaknya berharap ada bantuan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dari pemerintah daerah atau pemerintah pusat.

Selain TPT, warga juga mengusulkan pembangunan DAM sebagai upaya menahan air di musim hujan. Sekaligus menjadi sumber pengairan di musim kemarau.

“Kalau ada DAM di Dusun Macan, airnya bisa dimanfaatkan untuk mengaliri sawah selama enam sampai delapan bulan di Dusun Macan dan Dusun Krajan,” jelas Edi.

Saat ini, pengairan di wilayah Dusun Macan dan Dusun Krajan masih bergantung terhadap adanya bendungan di desa lain. Akibatnya, kebutuhan air pertanian ketika kemarau belum sepenuhnya terpenuhi.

“Kami berharap di masa pemerintahan Bupati Mohammad Haris, usulan warga ini bisa ditindaklanjuti. Agar keamanan, keselamatan, dan produktivitas warga lebih terjamin,” harapnya. (dik/rud/*)

Editor : Ronald Fernando
#desa karanganyar #transparansi desa #kecamatan bantaran