TEGALSIWALAN, Radar Bromo - Warga sekitar aliran sungai Dam Bok Siti, Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo geger.
Selasa siang (21/10), ditemukan mayat pria mengapung dan mengeluarkan aroma tak sedap.
Saat ditemukan, mayat itu ditemukan dalam posisi telungkup dengan kondisi sudah membengkak.
Penemuan mayat ini bermula saat warga setempat melihat sebuah benda mirip mencurigakan hanyut di tengah sungai.
Benda tersebut kemudian sedikit demi sedikit menepi, saat itulah baru diketahui bahwa benda tersebut adalah mayat seseorang lelaki.
Mayat yang mengapung itu menggunakan kaos putih berlengan pendek warna biru dan telah mengeluarkan bau tak sedap.
Warga yang penasaran kemudian menarik mayat tersebut ke bibir sungai.
“Awalnya tidak seberapa jelas karena ada di tengah sungai. Saat benda tersebut agak menepi baru terlihat jika benda itu adalah mayat,” kata perangkat Desa Sumberbulu Aminullah.
Warga yang mengetahui hal itu langsung menghubungi perangkat Desa Clarak, Kecamatan Leces dan Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan.
Sebab lokasi penemuan mayat itu merupakan batas dua desa beda kecamatan tersebut.
Akhirnya, kedua perangkat desa datang ke lokasi kejadian. Mereka melakukan pengecekan, dari situlah diketahui mayat tersebut merupakan warga Desa Clarak yang dicari keluarganya karena tidak pulang.
“Jenazah merupakan warga Desa Clarak. Katanya sudah lama tidak pulang,” tuturnya.
Perangkat Desa Clarak Arif Budianto saat dikonfirmasi membenarkan bahwa jenazah pria tersebut merupakan warga Desa Clarak bernama Nuralis, 68, warga RT 4/RW 1, Dusun Krajan 1.
Setiap harinya, Nuralis memang sering keluar rumah tanpa tujuan yang jelas. Bahkan saat sore hari tidak pulang kerumah, keluarga langsung mencarinya.
“Mungkin karena usianya sudah sepuh jadi sering keluar rumah. Sebelum ditemukan tak bernyawa pihak keluarga telah mencarinya tetapi tidak ketemu,” ucapnya.
Sementara itu Kasi Humas Polres Probolinggo Iptu Merdhania Pravita Shanty mengatakan bahwa petugas Polsek Tegalsiwalan yang mendapatkan informasi tentang penemuan mayat tersebut langsung bergerak cepat melakukan evakuasi.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, diketahui bahwa korban meninggalkan rumah sejak Sabtu (18/10).
Setelah beberapa hari tanpa kabar lalu menyebar kabar telah ditemukan mayat mengapung dalam keadaan tertelungkup, Selasa (21/10).
Setelah dicek rupanya benar jenazah tersebut adalah Nuralis. Jenazah langsung dievakuasi ke rumah duka untuk segera dimakamkan.
“Keluarga menolak visum maupun otopsi jenazah dan ikhlas menerima kematian korban,” jelasnya. (ar/mie)
Editor : Muhammad Fahmi