PEMERINTAH Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, terus berupaya memperkuat sektor ketahanan pangan masyarakat. Memanfaatkan 20 persen Dana Desa, pemerintah desa memaksimalkan untuk sektor pertanian dan peternakan.
Anggaran program ketahanan pangan yang disiapkan Pemerintah Sumbersuko, mencapai Rp203 juta. Dana ini difokuskan untuk mengembangkan budi daya bawang merah dan peternakan kambing. Semuanya dikelola oleh BUMDes Sumber Makmur.
“Untuk bidang pertanian, kami menanam bawang merah dengan bibit senilai Rp 5 juta. Sedangkan, di bidang peternakan, kami telah memulai tahap pertama pengadaan 20 ekor kambing,” ujar Kepala Desa Sumbersuko, Rini Handayani, Selasa (14/10).
Menurutnya, langkah ini bertujuan agar desa mampu meningkatkan kemandirian pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. “Program ketahanan pangan ini tidak hanya soal ketersediaan bahan pangan, tetapi juga memberdayakan warga agar bisa mandiri secara ekonomi,” katanya.
BUMDes Sumber Makmur dipercaya mengelola kegiatan tersebut agar hasilnya berkelanjutan dan memberikan keuntungan bagi masyarakat. “Kami optimistis kerja sama dengan BUMDes akan memperkuat ekonomi desa, karena hasilnya dapat diputar kembali untuk kegiatan produktif lainnya,” tambah Rini.
Ia berharap, dengan program ketahanan pangan ini, Desa Sumbersuko, mampu menjadi contoh desa tangguh yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. “Harapan kami, warga bisa ikut terlibat aktif agar manfaat program benar-benar terasa sampai ke tingkat rumah tangga,” harapnya.
Perkuat Infrastruktur dan Layanan Publik
Selain fokus terhadap program ketahanan pangan, Pemerintah Desa Sumbersuko, juga gencar melaksanakan pembangunan infrastruktur. Tujuannya, untuk menunjang kenyamanan dan pelayanan masyarakat.
Kepala Desa Sumbersuko Rini Handayani mengatakan, sejumlah proyek fisik telah rampung dan sebagian sedang dalam proses penyelesaian. “Paving di Dusun Krajan RT 4 RW 1, sudah selesai dikerjakan. Kemudian, Gedung Posyandu saat ini masih dalam tahap proses pembangunan,” ujarnya.
Selain itu, pembangunan drainase di RT 4 RW 1 dan RT 2 RW 1, juga telah diselesaikan guna memperlancar aliran air dan mencegah banjir di musim hujan. “Kami juga sudah menyelesaikan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Kalianyar, yang bertujuan menjaga kestabilan tanah dan melindungi lahan pertanian,” kata Rini.
Tidak hanya fokus pada infrastruktur besar, pemerintah desa juga memperhatikan kebutuhan dasar warga. Tahun ini, Desa Sumbersuko menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada enam Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Serta, melaksanakan program jambanisasi sebanyak tiga unit bagi keluarga yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak.
Rini menegaskan, semua program dilakukan dengan prinsip transparansi dan partisipasi masyarakat. “Kami berupaya agar seluruh kegiatan berjalan terbuka dan melibatkan warga, karena pembangunan ini milik bersama,” jelasnya.
Selain itu, desa juga melakukan perawatan taman desa agar lingkungan tampak lebih asri dan indah. “Perawatan taman ini bagian dari upaya mempercantik wajah desa agar lebih nyaman dan enak dipandang,” ujar Rini. (mu/rud/*)
Editor : Ronald Fernando