WONOASIH, Radar Bromo- Wilayah hukum Polres Probolinggo Kota benar-benar tak aman dari ancaman maling hewan ternak. Dalam dua hari, Jumat-Sabtu (10-11/10), ada empat sapi milik warga digondol maling.
Empat ekor sapi itu milik warga Kecamatan Kedopok dan Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Salah satunya, seekor sapi betina milik warga Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Herman. Sapi seharga Rp 20 juta itu diperkirakan dicuri Jumat (10/10) sekitar pukul 02.00. Pelaku diduga masuk kandangn dengan merusak pintu kandang.
“Hilangnya sapi baru diketahui pemiliknya sekitar pukul 03.30. Saat ia (korban) hendak salat di musala dekat rumahnya,” ujar Lurah Wonoasih, Hasim Irawanto.
Mengetahui sapinya dicuri, korban berupaya mencarinya. Ia menelusuri jejak kaki sapi di jalan. Hingga akhirnya sekitar pukul 09.00, sapi berusia sekitar dua tahun itu ditemukan di tengah tegal di Desa Pohsangit Lor, Kecamatan Wonomerto. “Sapi diikat di rumpun bambu. Untungnya ditemukan dalam kondisi sehat,” kata Hasim.
Sehari setelahnya, maling kembali beraksi. Kini menyasar sapi milik warga Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Yono, 62. Seekor sapi jantan di kandang di depan rumahnya digondol dua pria tak dikenal.
Yono mengaku, sekitar pukul 03.00, melihat ada orang menutup pintu kandang sapinya. Sontak ia keluar rumah dan meneriakinya maling. Pelaku yang mengenakan penutup kepala itu kabur ke barat.
“Saat saya cek, sapi saya sudah hilang satu. Sisa satu di kandang. Akhirnya saya teriak maling-maling agar warga keluar dan ikut mengejar. Benar, para tetangga keluar dan ikut mengejar ke arah barat,” ungkapnya.
Melihat warga banyak yang keluar dan mengejar, pelaku memilih melepas sapi blaster itu di tengah jalan. Lokasinya sekitar 200 meter dari rumah Yono. Sapi itu dibiarkan berjalan kembali kepada pemiliknya. Sementara pelaku kabur ke selatan.
Syukur sapi seharga Rp 30 juta itu berhasil dikembalikan ke kandangnya. Kejadian ini bukan satu-satunya yang menimpa warga sekitar. Dua tahun lalu, sapi milik tetangga Yono juga dimaling.
“Itu milik Pak Fauzan. Dua ekor sapi saat itu. Tapi, satu ekornya tidak berhasil dibawa kabur karena kaki sapinya saat dibawa, masuk selokan. Jadi tidak bisa diangkut. Kalau yang satu ekor lagi berhasil dibawa,” ujar Ketua RT 01/RW 03, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Muhamad Aser, 49.
Masih di hari yang sama, hanya berselang waktu beberapa jam, pencurian sapi terjadi lagi di Jalan Barito, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok. Dua sapi jenis simental dan blaster milik Suyitno, 60, digondol maling. Nahas, sapinya benar-benar raib. Korban mengalami kerugian hingga Rp 31 juta.
Suyitno memelihara dua ekor sapi di kandang di sisi timur rumahnya. Sekitar pukul 02.00, korban masih berada di kandang. Membersihkan kotoran sapi, setelah itu masuk rumah. Sekitar pukul 04.00, kembali ke kandang dan mendapati sapinya sudah raib.
“Tidak terdengar suara berisik apapun. Baik dari sapi atau dari arah pagar tidak ada suara. Ternyata pagarnya diganjal pakai sarung, jadi tidak bersuara,” katanya.
Suyitno mengatakan, dua sapinya dipelihara sejak sekitar setengah setahun lalu. Kemudian, dimaling oleh tiga orang lelaki dan dibawa kabur ke timur. Di timur, sudah ada mobil Toyota Avanza hitam. “Kemungkinan dimuat itu (Avanza Hitam), tapi tidak tahu dibawa kemana setelahnya,” katanya.
Suyitno melaporkan kasus ini ke Polsek Wonoasih. Ia berharap dua ekor sapi bisa ditemukan. “Soalnya, itu tabungan keluarga. Setiap tahun bisa saya jual, sekarang hilang dicuri maling. Saya berharap sapi saya bisa ketemu,” katanya. (gus/rud)
Maling Diduga Lewat Jalan Tikus
MARAKNYA kasus pencurian sapi ini mendapatkan perhatian serius dari kepolisian. Bahkan, jajaran Polres Probolinggo Kota, sering berpatroli. Namun, kawanan maling seakan masih bebas beraksi.
Kapolsek Subsektor Kedopok Ipda Hari Dwi Tjahjano mengatakan, pihaknya bersama jajaran Polres Probolinggo Kota, sudah melakukan patroli ke seluruh daerah Kedopok. Namun, pencurian masih saja terjadi.
“Mungkin ketika kejadian, posisi kami bersalipan dan mungkin para pencuri mengetahui jalan-jalan tikus yang ada di sini. Kami tetap akan berupaya semaksimal mungkin melakukan patroli untuk pengamanan wilayah,” ujarnya.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Wonoasih Aiptu Adji Anggoro mengatakan, pihaknya akan terus berupaya melakukan penyelidikan terhadap kasus pencurian yang menimpa Suyitno. Bahkan, anggotanya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Saat ini masih proses penyelidikan. Di samping itu, kami juga menggencarkan patroli rutin siang malam. Kring reskim juga telah kami laksanakan setiap malam hingga dini hari,” terangnya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga