SELAIN cerdas cermat, peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, juga diwarnai pameran dan bedah buku. Sabtu (4/10), kegiatan ini dilaksanakan serentak di 24 cabang dinas pendidikan se-Jawa Timur.
Kepala Perpustakaan SMKN 1 Kota Probolinggo Kinasih Dwijayanti mengatakan, pembukaan kegiatan ini digelar di Kota Surabaya. Namun, juga digelar secara daring di SMKN 1 Kota Probolinggo. Termasuk bedah buku dan penyerahan rekor MURI penulisan buku terbanyak dari insan pendidikan baik fiksi maupun non-fiksi. “Di sini (di SMK Negeri 1 Probolinggo) kami juga mengadakan pameran buku dan bedah lima buku yang nantinya juga dilakukan secara daring,” ujarnya.
Lima buku tersebut merupakan karya Suhartatik (pengawas), karya Elfira Rustina (Kepala SMA Negeri 1 Maron), Anton Hartono (Kepala SMA Negeri 1 Bantaran), Lely Andayati (Guru SMA Negeri 1 Probolinggo), dan Anita Prasasti (Guru SMK Negeri 1 Probolinggo).
“Sekolah kami juga termasuk dalam penulis buku terbanyak, sekitar 264 buku yang ditulis dari murid, guru, kepala sekolah, bahkan TU. Salah satu buku milik murid kami juga telah terbit di Gramedia,” ungkapnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya, mengatakan kegiatan ini tercatat dalam rekor MURI dunia. Ada 9.800 buku yang telah berhasil dicetak oleh insan pendidikan di Jawa Timur. Sejumlah, 1.580 buku dicetak pada 2024 hingga 2025.
“Dengan kegiatan ini, kami memberikan semangat kepada seluruh insan pendidikan untuk dapat berkaya menulis dan mencetak buku, sehingga menunjukkan bahwa insan pendidikan kita juga bisa menulis buku,” tuturnya.
Tiga dari lima buku yang akan dibedah di SMKN 1 Probolinggo, akan dibedah oleh Pimpinan Redaksi Jawa Pos Radar Bromo, Hana Susanti. Tiga buku tersebut berjudul Diorama Pedang Kowad karya Elfira Rustina, Rahasia Kehidupan karya Suhartatik, dan karya Lely Andayati berjudul I Nyoman Benben dan Geliat Pendidikan di Probolinggo. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando