KANIGARAN, Radar Bromo–Pemkot Probolinggo telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 6,2 miliar untuk insentif guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ) se-Kota Probolinggo.
Sayangnya, dengan anggaran sebesar itu, ternyata masih banyak guru TPQ yang belum menerima insentif.
Anggaran tersebut hanya dapat meng-cover 1.062 guru TPQ di kota. Padahal, jumlah guru TPQ seluruhnya sekitar 3.000 orang lebih.
Dengan anggaran itu, tiap guru TPQ menerima insentif sebesar Rp 500.000 per bulan dan disalurkan 3 bulan sekali. Daftar penerima insentif guru TPQ ditetapkan sesuai SK.
Adapun jumlah guru di tiap lembaga TPQ yang mendapatkan insentif tidak sama.
Tergantung jumlah siswa atau murid atau santri di TPQ tersebut. Salah satu ketentuannya, satu guru TPQ harus mengajar minimal 10 murid.
Salah satu pengurus TPQ di Kota Probolinggo mengaku, dirinya tidak pernah mendapat insentif guru TPQ tersebut. Padahal, jumlah murid yang mengaji di TPQ yang ia kelola sangat banyak.
Informasi soal insentif guru TPQ juga terbatas atau sangat minim. Sehingga, pihaknya sempat tidak mendapat informasi tentang pengajuan insentif guru TPQ tersebut.
“Guru di TPQ kami tidak ada yang mendapat insentif. Padahal, tahun 2024 kami sudah mengajukan. Jumlah murid yang belajar di TPQ juga banyak," kata ustad yang enggan namanya disebut itu.
Ketua LPTQ Kota Probolinggo Abdul Aziz mengatakan, jumlah guru TPQ di Kota Probolinggo mencapai 3.000 lebih.
Namun, yang menerima insentif TPQ hanya 1.062 guru. Jumlah tersebut sesuai daftar dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo tahun 2023.
“Lembaga TPQ yang mendapat insentif guru TPQ, harus mengajukan setahun sebelumnya. Selain itu, harus memenuhi syarat administrasi. Mulai dari kelengkapan dokumen lembaga, hingga jumlah murid yang diajar minimal 10 murid untuk satu guru,” katanya.
Kepala Bagian Kesra pada Setda Kota Probolinggo Andri Purwanto menambahkan, alokasi anggaran insentif guru TPQ tahun 2025 mencapai Rp 6,2 miliar.
Sedangkan tahun 2026 masih dalam perencanaan dan pembahasan di TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) Kota Probolinggo.
Pihaknya berharapnya alokasi anggaran insentif guru TPQ tahun depan bertambah. Mengingat, banyak guru TPQ yang belum ter-cover insentif guru TPQ.
“Kami juga melakukan inspeksi ke lembaga-lembaga TPQ guna memastikan guru penerima insentif memenuhi syarat. Jika jumlah murid TPQ tidak memenuhi syarat, kami evaluasi dan tidak dimasukkan lagi sebagai daftar penerima insentif guru TPQ,” terangnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi