Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Banjir Bawa Lumpur-Sampah, Normalisasi Sungai Pesisir Probolinggo Harus Diperpanjang

Inneke Agustin • Jumat, 3 Oktober 2025 | 06:55 WIB
NORMALISASI: Petugas UPT PSDA WS Welang Pekalen melakukan normalisasi aliran Sungai Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Rabu (1/10).
NORMALISASI: Petugas UPT PSDA WS Welang Pekalen melakukan normalisasi aliran Sungai Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Rabu (1/10).

SUMBERASIH, Radar Bromo - Hujan deras yang mengguyur kawasan Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Selasa (30/9), sempat memicu banjir Sungai Pesisir, Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih. Banjir membawa material lumpur dan sampah.

Meski debit air Sungai Pesisir sempat naik, namun kondisi tersebut tidak sampai menimbulkan kerusakan. Kasi Pemerintahan Desa Pesisir Arif Rohman memastikan air sungai masih bisa ditampung dengan baik.

“Untungnya tidak sampai meluap ke jalan, sawah, atau bahkan ke rumah. Alhamdulillah aman semua,” ujarnya.

Sungai Pesisir sebelumnya tengah menjalani proses normalisasi untuk mengantisipasi banjir. Pengerjaannya mencapai 80 persen.

Namun, derasnya banjir yang membawa lumpur dan tumpukan sampah membuat pekerjaan harus diperpanjang.

“Karena ada banjir dan sampah terbawa arus, normalisasi sempat terhambat karena tentunya juga harus membersihkan sisa material bawaan banjir. Jadi, kemungkinan baru bisa rampung sekitar sebulan lagi,” ujar Koordinator Wilayah Probolinggo UPT PSDA WS Welang Pekalen Muhammad Fachru Syahroni.

Proses normalisasi dilakukan menggunakan ekskavator untuk mengeruk sedimen dan tumpukan sampah di aliran sungai. Sampah-sampah yang berhasil diangkat tidak sempat dihitung jumlahnya, namun volumenya disebut sangat banyak.

“Itu semua kami letakkan di pinggiran sungai untuk digunakan sebagai tanggul darurat,” katanya.

Tak hanya di Desa Pesisir, UPT PSDA WS Welang Pekalen juga melakukan normalisasi Sungai Pandanlaras di Desa Sumberkatimoho, Kecamatan Krejengan.

Kondisinya lebih berat karena ketebalan sedimen mencapai 3–4 meter dengan lebar sungai sekitar 30–40 meter.

“Di Pandanlaras, kami turunkan dua ekskavator karena sedimennya jauh lebih tebal. Progres saat ini sudah 50 persen. Untungnya kemarin di sana tidak terkena banjir sebesar di Pesisir, jadi pengerjaan tidak terhambat,” katanya. (gus/rud)

Editor : Ronald Fernando
#banjir #hujan deras #probolinggo #sukapura