INSTITUTE Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo resmi menyambut 721 mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Sambutan meriah digelar melalui kegiatan Pekan Sosialisasi dan Taaruf Mahasiswa Baru (PESTAMA).
Mengusung tema “Merawat Warisan Dahlan Muda, Membangun Negeri Menuju Indonesia Emas,” kegiatan ini digelar selama tiga hari, sejak Sabtu-Senin (27-29/9), di halaman green campus IAD Probolinggo, Jalan Mahakam 01, Kedopok, Kota Probolinggo.
PESTAMA kali ini terasa istimewa. Tahun lalu jumlah mahasiswa baru hanya 400-an orang. Tahun ini mencapai 721 mahasiswa baru, 185 mahasiswa di antaranya merupakan mahasiswa baru yang mengambil program Strata 2 (S-2).
PESTAMA dibuka langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG.(K)., M.Kes. Ditandai dengan pelepasan burung merpati dan penabuhan gong. Serta, pengalungan tanda pengenal kepada ikon mahasiswa baru IAD Probolinggo yakni Kacong dan Jebbing.
Dalam sambutannya, Rektor IAD Probolinggo Assoc. Prof. Dr. Benny Prasetiya, M.Pd.I. mengucapkan selamat datang 721 mahasiswa baru yang resmi bergabung di IAD Probolinggo. Dari ratusan mahasiswa ini, ternyata tak hanya mahasiswa muslim. Ada juga yang nonmuslim dan bergabung dengan IAD Probolinggo.
“Ada yang dari Papua, Bekasi, Berau Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, Makassar, sebagian besar Jawa Tengah dan Jawa Timur, bahkan ada 4 mahasiswa dari Thailand, sehingga jumlah total 2.115 mahasiswa,” ujarnya.
Benny sempat mengungkapkan filosofi nama kampus yang dipimpinnya. Sesuai namanya, kampus IAD Probolinggo, dibangun dengan rangkaian nama yang terikat. Yakni, K.H. Ahmad Dahlan, salah satu pahlawan pendiri organisasi Islam besar nomor 2 di Indonesia. “Jadi, sepatutnya seluruh apa yang diwariskan Dahlan Muda, mampu menguatkan kepribadian kita, menguatkan bangsa ini,” ujarnya.
Setidaknya, kata Benny, dengan sikap toleransi dan lapang dada, maka wajib hukumnya mematuhi seluruh kepribadian dan bernilai-nilai Muhammadiyah. Terutama membangun negeri dengan sikap toleransi, menghindari provokasi, anarkis, dan mengedepankan budaya dialog dan saling menasehati. Terlebih, 721 mahasiswa baru ini mendapatkan beasiswa dari IAD Probolinggo.
Banyaknya mahasiswa baru IAD Probolinggo, mendapatkan apresiasi dari Wali Kota Probolinggo. Aminuddin mengatakan, mampu memperoleh 721 mahasiswa baru merupakan prestasi luar biasa bagi institut yang tegolong masih baru ini.
“Saya melihat ini potensi yang sangat besar ke depan. Melihat lonjakan jumlah mahasiswa yang naik signifikan, membuktikan bahwa IAD Probolinggo merupakan kampus pilihan utama di negeri ini. Tentu dengan hadirnya 721 mahasiswa baru akan memberikan multiefek pada perekonomian, bagi IAD dan tentu secara luas bagi Kota Probolinggo,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tamu penting. Di antaranya, ada Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Aisiyah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Probolinggo, Pimpinan Cabang Aisiyah Kota Probolinggo, Kepala Amal Usaha Muhammadiyah Kota Probolinggo, Pimpinan Cabang NU Kota Probolinggo, Ketua ISNU Kota Probolinggo.
Hadir juga Badan Pimpinan Harian Dr. Nurhasan, S.H., M.H. dan Romiyati, M.Si. Serta, segenap jajaran wakil rektor, dekan, dan seluruh civitas akademika IAD Kota Probolinggo dan seluruh mahasiswa angkatan 2025/2026.
Ketua Panitia PESTAMA Tahun Akademik 2025/2026 Dr. Khoiriyah, M.Pd.I. mengatakan, kegiatan bukan sekadar seremonial atau rutinitas semata. Namun, dengan PESTAMA, bisa banyak belajar. Salah satunya bagaimana membentuk karakter, menjalin solidaritas, membangun softskill, dan menjadi kesempatan untuk mengenal kampus IAD.
“Acara-acara seperti ini hanya bisa ditemui satu kali selama empat tahun menjadi mahasiswa. Untuk itu, mahasiswa baru harus mengikuti seluruh rangkaian dengan baik dan penuh riang gembira,” ujarnya didampingi BPH IAD Probolinggo Romiyati, M.Si (*)
Editor : Ronald Fernando