Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Lima Sapi Milik Tersangka Pembacokan Pasutri di Tiris Probolinggo Dicuri

Achmad Arianto • Jumat, 26 September 2025 | 19:41 WIB

CEK KANDANG: Polsek Tiris mendatangi kandang milik Mukhlas, tersangka pembacokan yang raib dicuri maling.
CEK KANDANG: Polsek Tiris mendatangi kandang milik Mukhlas, tersangka pembacokan yang raib dicuri maling.
 

TIRIS, Radar Bromo–Balas dendam keluarga korban yang dikhawatirkan terjadi dalam kasus pembacokan pada sepasang suami-istri (pasutri) di Kecamatan Tiris, memang tidak terbukti. Namun, tersangka pembacokan, Mukhlas, 63, malah kehilangan sapi.

Lima ekor sapi milik warga Dusun Nampu, Desa Pedagangan, Kecamatan Tiris, itu hilang dicuri Rabu (24/9).

Sapi-sapi itu dicuri setelah tersangka menyerahkan diri dan ditahan di Mapolres Probolinggo pada Selasa (23/9).

Sebenarnya, rumah tersangka tidak kosong. Ada anak tersangka yang menempati rumah itu yaitu Joko, 30.

Lalu di belakang rumah ada kandang semipermanen yang berisi 5 ekor sapi.

Rabu malam sebelum tidur, Joko sempat memberi pakan sapi-sapi itu. Dia juga mengecek kondisi sapi di kandang.

Saat itu, semua sapi dalam keadaan baik. Merasa aman, dia lantas masuk rumah untuk beristirahat.

Subuh setelah bangun tidur, Joko kembali mengecek sapi di kandang. Alangkah kagetnya dia.

Sebab, semua sapi sudah hilang dan pintu kandang dalam kondisi terbuka.

Saat itu juga, dia bersama sejumlah tetangga dan warga sekitar mencari sapi-sapi tersebut.

Tetapi, belum mendapatkan hasil. Karena pencurian itu, tersangka dan keluarganya mengalami kerugian sekitar Rp 80 juta.

“Jam berapa hilangnya, belum ada yang tahu. Kandang diketahui sudah kosong dan semua sapi hilang pada pagi hari,” terang perangkat Desa Pedagangan Hadi saat dikonfirmasi Kamis (25/9).

Hadi mengatakan, sebenarnya lingkungan di sekitar kandang tergolong ramai. Ada belasan rumah di kanan dan kiri rumah Mukhlas.

Namun, tidak ada rumah di belakang kandang sapi milik tersangka. Hanya lahan kosong. Kondisi itu diduga membuat para pelaku pencurian mudah melakukan aksinya.

“Lingkungan agak ramai, soalnya rumah jejer pinggir jalan. Cuma belakang rumah tidak ada rumah warga lagi,” ucapnya.

Kapolsek Tiris Iptu Syamsul Arifin membenarkan informasi awal tentang dugaan pencurian sapi milik tersangka Mukhlas.

Menurutnya, petugas Polsek Tiris yang mendapatkan informasi dari warga langsung mengecek TKP dengan didampingi perangkat desa setempat.

Namun, petugas belum mengetahui detail perihal pencurian sapi itu. Misalnya, kapan hilang dan berapa dan jumlah sapi yang hilang.

Saat petugas mengecek TKP, kondisi rumah kosong. Anak dan keluarga tersangka Mukhlas sedang mencari jejak sapi-sapi yang hilang bersama warga sekitar.

 “Detailnya kami belum tahu. Sebab, sampai saat ini (Kamis, Red), belum ada laporan resmi dari korban,” ucap polisi dengan dua balok di pundaknya itu.

Diberitakan sebelumnya, pasutri Zainal dan Sofia, dibacok tetangga mereka yaitu Mukhlas. Pembacokan itu terjadi pukul 16.35, Senin (22/9) di Dusun Nampu, Desa Pedagangan, Tiris.

Saat itu, Zainal sedang memotong bambu di kebun miliknya. Tak lama kemudian, dia pulang ke rumahnya yang tak jauh dari kebun. Lalu menghampiri istrinya, Sofia yang sedang membersihkan selokan.

Saat itulah, dari selatan datang tersangka mengendarai motor Honda Supra protolan warna hitam tanpa pelat nomor. Tersangka dan Zainal kemudian berpapasan.

Entah siapa yang memulai, keduanya terlibat adu mulut. Tersangka kemudian emosi dan mengambil celurit yang dibawanya. Lalu celurit dibacokkan ke arah Zainal dan Sofia. (ar/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#sapi #curwan #maling #tiris #probolinggo #pasutri