PROBOLINGGO, Radar Bromo–Warga Kabupaten Probolinggo punya cara tersendiri untuk memeringati World Cleanup Day (WCD). Sekitar 920 orang dari berbagai elemen masyarakat turun tangan membersihkan kawasan wisata Gunung Bromo, termasuk Seruni Point pada Sabtu (20/9).
Aksi ini bertepatan dengan gelaran Bromo Sunset Music and Culture 6 yang digagas Dinas Kepemudaan, Olah Raga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Agus Budianto, mengungkapkan kegiatan ini bagian dari World Cleanup Day (WCD) yang sejak 2018 diikuti lebih dari 180 negara.
“WCD bukan hanya bersih-bersih. Ini gerakan bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menghadapi persoalan sampah,” ujar Agus, Minggu (21/9).
Menurutnya, WCD Indonesia 2025 mengusung tema “Menuju Indonesia Bersih 2029”.
Tema ini selaras dengan target nasional Sampah Terkelola 100% pada 2029 yang tertuang dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029.
Agus juga menyebut, pemerintah pusat melalui KLHK memberi dukungan penuh.
WCD menjadi momentum memperkuat kesadaran publik, mendorong perubahan perilaku, sekaligus mempercepat target lingkungan, termasuk Program Adipura.
“Tidak hanya di Bromo, aksi serupa juga digelar serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Probolinggo yang dihadiri langsung Bu Gubernur,” tambah pria lulusan arsitektur dari salah satu universitas ternama di Semarang.
Menurut pria kelahiran Jakarta itu, Bupati dan Wali Kota se-Indonesia memimpin kerja bakti bersama masyarakat dalam gerakan nasional yang digelar 15 September–15 Oktober 2025.
Di Kabupaten Probolinggo, kegiatan didukung sejumlah perusahaan besar, di antaranya PT PLN Nusantara Power UP Paiton, PT POMI, PT YTL Jawa Timur, PT Sasa Inti, PT Sinergi Gula Nusantara, PT HM Sampoerna Tbk, PT Gudang Garam Tbk, PT Seco Nusantara, hingga IHC RS Wonolangan.
Sementara itu, Abdur Rahman Wahid, Perwakilan IHC RS Wonolangan, menyebut keterlibatan mereka adalah bentuk kepedulian bersama menjaga lingkungan.
“Kesehatan masyarakat tidak bisa dipisahkan dari kebersihan lingkungan. Karena itu, kami ikut turun langsung membersihkan sampah di kawasan Bromo,” tegasnya.
Kehadiran ribuan orang ditambah kolaborasi lintas sektor membuat aksi bersih-bersih ini terasa istimewa. Seni dan budaya tetap dipertontonkan, tetapi alam Bromo juga ikut dijaga. (*)
Editor : Muhammad Fahmi