PROBOLINGGO, Radar Bromo–Tim dosen Universitas Panca Marga melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pengembangan Sistem Pertanian Hidroponik Berbasis IoT: Solusi untuk Meningkatkan Pengetahuan, Infrastruktur, dan Manajemen Poktan di Probolinggo.”
Program ini menjadi langkah nyata dalam mendukung peningkatan kualitas kelompok tani melalui inovasi teknologi pertanian modern.
Program yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2025 ini diharapkan memberi dampak langsung kepada kelompok tani di Kabupaten Probolinggo dalam mengembangkan sistem pertanian berbasis Hidroponik.
Kegiatan yang dilakukan selama 5 bulan selama semester 2 tahun 2025 ini tidak hanya memberikan fasilitas berupa sistem pertanian hidroponik berbasis IoT kepada poktan, tetapi juga pelatihan dan pendampingan dalam mengimplementasikan hasil pelatihan.
Kegiatan yang digelar di wilayah Kabupaten Probolinggo ini bertujuan menjawab tantangan petani lokal yang selama ini masih mengandalkan metode konvensional.
Melalui penerapan sistem hidroponik berbasis Internet of Things (IoT), diharapkan petani dapat meningkatkan pengetahuan, mengakses infrastruktur yang lebih baik, sekaligus memperkuat manajemen kelompok tani (Poktan).
Ketua tim PKM, Yustina Suhandini, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan instalasi hidroponik, tetapi juga pada transfer ilmu pengetahuan.
“Kami memberikan pelatihan langsung kepada petani mengenai teknik budidaya hidroponik, penggunaan sensor IoT untuk memantau nutrisi dan kualitas air, hingga manajemen kelompok yang lebih efektif. Harapannya, petani mampu mengelola secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain pelatihan, tim PKM juga mendampingi Poktan dalam penyediaan infrastruktur berupa instalasi hidroponik modern yang dilengkapi dengan sistem monitoring berbasis aplikasi.
Teknologi ini memungkinkan petani memantau kondisi tanaman secara real-time, sehingga efisiensi dan produktivitas dapat ditingkatkan.
Program ini mendapat sambutan positif dari kelompok tani setempat. Ketua Poktan Karya Luhur II Nahrul menuturkan bahwa penerapan hidroponik berbasis IoT membuka wawasan baru bagi para anggota.
“Kami merasa terbantu karena bisa belajar teknologi baru yang aplikatif dan bermanfaat untuk peningkatan hasil panen,” katanya.
Dengan adanya program ini, diharapkan pertanian hidroponik dapat menjadi alternatif unggulan di Probolinggo.
Ke depan, tim PKM berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan memperluas implementasi teknologi ke kelompok tani lainnya, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.
Editor : Muhammad Fahmi