KRAKSAAN, Radar Bromo - Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) menunjukkan perkembangan signifikan. Per 7 September 2025, pekerjaan konstruksi yang belum rampung hanya Paket 1 dan 3.
Sedangkan pekerjaan konstruksi di sejumlah paket lain, rata-rata sudah mencapai di atas 80 persen. Bahkan, beberapa ruas telah mencapai 100 persen atau sudah selesai.
Berdasarkan data PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi, pengerjaan paket 2 di ruas Kraksaan-Paiton sudah selesai 100 persen. Panjangnya 11,20 km.
Lalu ruas Gending-Suko mencapai 90,74 persen dan ruas Suko-Kraksaan tuntas 100 persen. Ruas sepanjang 12,88 kilometer ini masuk dalam pengerjaan paket 1.
Tidak hanya itu. Ruas terpanjang, yaitu ruas Paiton-Banyuglugur pengerjaannya kini mencapai 83,65 persen.
Sedangkan ruas Banyuglugur-Besuki sudah mencapai 100 persen. Kedua ruas ini masuk dalam paket 3 dengan panjang 25,60 kilometer.
Direktur Utama PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi Adi Prasetyanto melaui Humasnya, Hima Jaya menyebutkan, capaian ini merupakan sinyal positif percepatan infrastruktur. Dia pun optimistis jalan tol Probowangi selesai lebih cepat.
“Kami optimistis ruas tol ini bisa digunakan lebih cepat dari target awal. Progres yang sudah sampai 100 persen di beberapa titik menjadi dorongan besar bagi tim di lapangan,” ujarnya.
Harapannya, keberadaan jalan tol ini bisa memangkas waktu tempuh Probolinggo-Banyuwangi hingga separo. Dari yang semula 6 jam menjadi sekitar 3 jam perjalanan darat.
“Jalan tol ini bukan hanya soal konektivitas, tapi juga akselerasi ekonomi. Kawasan wisata Situbondo dan Banyuwangi akan lebih mudah diakses. Lalu, distribusi logistik makin efisien,” tambahnya.
Saat ini menurut Hima, ada sejumlah konstruksi yang belum rampung.
Seperti paket 1, masih dalam proses perbaikan pre hand over (HAO) serah terima pekerjaan sementara. Untuk paket 3, yang belum rampung konstruksi jalan dan jembatan.
"Untuk pembebasan lahan di setiap paket telah mencapai 100 persen. Kami menargetkan jalan tol ini bisa beroperasi pertengahan tahun depan," ujarnya. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi