Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Stadion Bayuangga Kembali Dibuat Venue Event, Beri Uang Jaminan Rp 30 Juta untuk Antisipasi Kerusakan, Askot Tak Tahu

Arif Mashudi • Sabtu, 20 September 2025 | 15:58 WIB
Stadion Bayuangga yang kembali jadi venue event, akhir pekan ini.
Stadion Bayuangga yang kembali jadi venue event, akhir pekan ini.

KANIGARAN, Radar Bromo– Tidak hanya event Hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo yang akan digelar di stadion Bayuangga Kota Probolinggo.

Ternyata ada event lain yang juga digelar di stadion. Yaitu, Batik in Motion yang digelar Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata (Dispopar) kota setempat.

Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Probolinggo lagi-lagi kecolongan. Ketuanya, Eko Purwanto mengaku tidak tahu Dispopar menggelar event ini di lapangan inti stadion. Padahal, kegiatannya mulai digelar Jumat (19/9).

”Kami tidak pernah tahu ada event ini sekarang (Jumat, red) di tengah lapangan stadion ini. Sebab, event ini bukan kegiatan untuk Hari Jadi Kota Probolinggo. Kami baru tahun ada event ini kemarin (Kamis, red),” katanya.

Eko yang juga anggota DPRD Kota Probolinggo itu menegaskan sikap yang sama.

Menurutnya, Askot PSSI menolak event ini digelar di lapangan inti stadion. Sebab, akan merusak rumput stadion yang selama ini sudah dirawat dengan biaya mahal.

Bahkan, walaupun penyelenggaran sudah menyerahkan uang jaminan sebesar Rp 30 Juta, menurutnya, Askot PSSI tetap menolak.

Sebab, sudah ada kesepakatan bahwa lapangan inti stadion tidak boleh dipakai untuk kegiatan. Andai ada kegiatan, maka harus digelar di lapangan luar.

Menurutnya, selama ini lapangan inti difungsikan khusus untuk aktivitas sepak bola. Terutama untuk latihan para atlet.

“Lalu tiba-tiba kok lapangan tengah atau lapangan inti dijadikan tempat event. Kami sangat menyesalkan hal ini,” tuturnya.

Eko menambahkan, Stadion Bayuangga sebagai salah satu ikon Kota Probolinggo seharusnya dijaga.

Dengan dijadikan tempat event, potensi kerusakan di lapangan inti sangat besar.

”Lapangan inti stadion harusnya khusus kegiatan olahraga. Kami sudah sampaikan bahwa kami menolak. Tapi, kembali lagi kemampuan kami terbatas,” ungkapnya.

Kepala Dispopar Kota Probolinggo, Rachmadeta Antariksa mengatakan, event yang digelar di stadion sudah disetujui Wali Kota Probolinggo Aminuddin.

Event itu rencananya digelar tiga hari, Jumat-Minggu (19-21/9). Namun, hanya dua hari memanfaatkan lapangan stadion. Yaitu, Jumat dan Sabtu.

Pihak penyelenggara juga berkomitmen tidak akan merusak lapangan stadion dan fasilitasnya.

Bahkan, penyelenggara telah menyerahkan uang jaminan Rp 30 juta sebagai bentuk tanggung jawab jika ada kerusakan pada lapangan dan harus dilakukan perbaikan.

”Event tersebut hanya dua hari dan penyelenggara sudah menyerahkan uang jaminan Rp 30 juta. Jadi selesai acara, perbaikan langsung dilakukan jika memang ada kerusakan,” terangnya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#uang jaminan #Askot #event #stadion bayuangga #pssi #probolinggo