Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Warga Jorongan Probolinggo Diduga Jadi Korban Penembakan KKB di Papua, Terjadi saat Korban Antar Penumpang

Inneke Agustin • Sabtu, 20 September 2025 | 03:26 WIB
DIPULANGKAN: Suasana rumah duka Misto, warga Desa Jorongan, Probolinggo diselimuti kesedihan. Duka begitu mendalam, setelah korban tiba di rumah duka. Inset Misto semasa hidup.
DIPULANGKAN: Suasana rumah duka Misto, warga Desa Jorongan, Probolinggo diselimuti kesedihan. Duka begitu mendalam, setelah korban tiba di rumah duka. Inset Misto semasa hidup.

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Suasana duka menyelimuti kediaman Misto alias Pak Dhe Kumis, 45, di Dusun Jawaan, Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Kamis (18/9) malam.

Misto meninggal dunia usai diduga ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Kasun Jawaan, Topo, 55, mengatakan, Misto telah lama bekerja sebagai tukang ojek di Papua.

Hampir 10 tahun ia bekerja di sana dan tinggal di Kampung Usir, Distrik Mulia. “Paling terakhir dia pulang ke sini sekitar setahun lalu,” ujarnya.

Di Papua, ia tinggal bersama dua orang sahabatnya yang berasal dari Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Berdasarkan keterangan teman korban, kata Topo, saat itu Misto menerima orderan ojek dari seorang perempuan pada Rabu (17/9).

Saat itu, waktu sudah menunjukkan pukul 16.30. Oleh temannya, Misto sebenarnya sudah dilarang agar tidak berangkat.

Karena sudah hampir malam, sehingga rawan bepergian. “Kan, di sana pukul 17.00 sudah tidak boleh ngojek. Tapi dia hanya membalasnya dengan senyuman,” imbuhnya.

Misto lantas mengantarkan perempaun tersebut ke tujuannya yang berjarak 10 kilometer mengendarai Jupiter MX King miliknya.

Namun, perjalanan tersebut terhenti karena Misto tiba-tiba diserang oleh kelompok yang diduga KKB di Kampung Wundhu, Distrik Dokome.

“Setelah ditembak itu, jenazah tidak bisa langsung diambil karena menunggu lokasi kondusif. Untuk mengambilnya pun, harus melibatkan tokoh masyarakat di sana,” terang Topo.

Setelah dapat dievakuasi, jenazah lantas dikirim menuju RSUD Mulia sekitar pukul 08.30 WIT dan tiba sekitar pukul 09.30 WIT.

Diketahui, korban mengalami luka tembak pada bagian leher belakang dan tembus ke rahang kanan.

Dari lokasi kejadian, sejumlah barang milik korban juga berhasil diamankan.

Seperti motor, ponsel, uang tunai sebesar Rp 1,7 juta, helm, tas kecil berisi tasbih, serta rompi ojek Mulia bernomor 217.

Jenazah lantas diterbangkan dari Papua menuju Sentani menggunakan pesawat Alda Air, kemudian dilanjutkan menuju Surabaya.

“Sampai di Surabaya sekitar pukul 19.00 dan dari bandara diantar menggunakan ambulans. Sampai sini (Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Red) sekitar pukul 22.00,” beber Topo.

Tangis pun pecah saat jenazah tiba di rumah duka. Istri dan ketiga anaknya menangis saat kedatangan jenazah Misto.

Jenazah lantas dimakamkan di pemakaman umum di Desa Jorongan. Tepat di samping sang ibu mertua.

“Jadi sampai di sini, dibuka dari peti kemudian dialihkan langsung ke kerenda. Baru kemudian dimakamkan,” kata Sekretaris Desa Jorongan, Susilo.

Hal senada juga disampaikan oleh Kapolsek Leces, AKP Marudji. Ia mengatakan bahwa korban sebelumnya bekerja di Papua dan baru sekitar setahun setengah yang lalu pulang ke Desa Jorongan.

“Info yang kami terima, dia diserang saat sedang aktivitas di luar batas kota,” ulasnya. (gus/one)

Editor : Jawanto Arifin
#kkb #penembakan #jorongan #ojek #probolinggo #papua