GENDING, Radar Bromo- Sebuah cuplikan video mobil Calya isi solar subsidi di SPBU Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo viral di media sosial.
Hal itu dikeluhkan sejumlah supir truk yang saat itu antre solar untuk kendaraannya, Senin (15/9). Bermula saat beberapa truk antre mengisi solar di SPBU tersebut.
Saat sedang antre, tiba-tiba datang mobil calya berwarna abu- datang ke tempat bahan bakar jenis solar bersubsidi. Tepat di sisi utara truk.
Mobil yang seharusnya diisi pertamax atau pertalite ini tiba-tiba berhenti dan mengisi BBM jenis solar bersubsidi.
Salah satu sopir truk asal Solo, Hari Safariyanto yang saat itu antre pengisian solar merasa curiga. Kecurigaan tersebut lantaran BBM yang diisi tidak sesuai spesifikasi mobil.
Aktivitas tersebut kemudian direkamnya dengan HP. Setelah beberapa kali melakukan pengisian, dirinya memutuskan turun dan mengeceknya langsung.
Saat itulah diketahui mobil itu sedang mengisi BBM jenis solar bersubsidi. Disalurkan langsung ke dalam sejumlah jeriken di dalam mobil.
Ia melihat ada sekitar tiga jeriken berukuran jumbo telah terisi solar bersubsidi. Insiden ini pun tersebar luas kemudian viral di media sosial dan pesan berantai WhatsApp.
“Mobil itu sedang mengisi BBM dua kali, pertama mengisi BBM jenis pertalite. Kemudian mengisi BBM jenis solar bersubsidi. Sedangkan yang lain berlama-lama rela antre untuk mengisi solar bersubsidi,” katanya dalam sebuah unggahan video.
Pengawas SPBU di Desa Pajurangan Azis Agam Rahmatullah mengatakan, insiden tersebut hanya salah paham.
Saat kejadian itu dirinya sedang bekerja di sisi timur pompa dan melakukan pengisian BBM.
Pada pompa yang direkam oleh supir truk tersebut, ada 2 nozzle. Satu solar dan pertalite. Ketika pengisian, pekerja SPBU mengaku salah isi BBM.
Seharusnya diisi oleh pertalite tetapi diisi solar. Saat itu juga sudah ada komplain langsung dari sopir mobil disusul truk mendatanginya langsung.
“Karyawan yang mengisi BBM masih baru. Tidak menyadari kalau yang diisi adalah solar. Saat itu juga kami sudah mendapatkan komplain,” katanya saat ditemui Rabu (17/9).
Agam juga membantah video viral yang mengatakan bahwa di dalam mobil terdapat beberapa jeriken yang telah diisi solar.
Pihaknya menegaskan hanya salah mengisi tangki. Seharusnya diisi pertalite rupanya diisi solar. Sehingga merugikan konsumen SPBU.
“Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan konsumen. Tidak ada pengisian solar dalam jeriken yang ramai di media sosial,” tandasnya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi