PROBOLINGGO, Radar Bromo-Tak ada yang tahu kapan maut bakal datang menjemput. Hal itu juga terjadi pada rombongan pegawai RS Bina Sehat Jember ini. Rencana wisata untuk senang-senang bareng keluarga berujung tragedi.
Bus pariwisata IND's 88 yang mereka tumpangi dengan pelat nomor nopol P 7221 UG itu hilang kendali. Lalu menabrak tepi jalan di jalur Bromo masuk Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.
Sesaat setelah insiden kecelakaan maut yang merenggut 8 korban jiwa itu terjadi, beredar video yang menunjukkan armada bus dan rombongan sesaat sebelum berangkat.
Dalam video itu tertulis Jagad Wisata sebagai travel penyelenggara. Juga terdapat tulisan RS Bina Sehat Jember Goes to Bromo.
Di pojok kanan atas juga tertulis: Date 13-14 September. Sementara di sisi kiri atas terdapat tulisan: Video Documentation.
Di video itu juga merekam saat rombongan naik ke atas bus. Serta memperlihatkan kondisi di dalam bus pariwisata.
“Kali ini perjalanan kita menuju Bromo bersama RS Bina Sehat Jember,” ujar seorang pemandu di dalam video pendek tersebut.
Dalam tayangan video tersebut, juga nampak kondisi bus berwarna dominan merah dan hitam itu.
Namun, keceriaan di awal perjalanan itu berubah jadi cerita pilu. Saat dalam perjalanan pulang. Bus pariwisata IND's 88 yang disopiri Albahri, 59, warga Gladak Pakem, Kecamatan Sumbersari, Jember itu hilang kendali.
Bus mengalami kecelakaan maut di jalur Bromo masuk Desa Boto, Kecamatan Lumbang.
Selain merenggut 8 korban jiwa, kecelakaan itu juga membuat puluhan penumpang bus alami luka-luka.
Jenazah korban dan korban luka-luka telah dibawa ke Jember dengan menggunakan 23 ambulans pada Minggu malam (14/9).
Namun, 2 korban masih dirawat di Probolinggo. Satu korban luka kini masih dirawat di RSUD dr Moh Saleh dan satu lagi dirawat di RSUD Tongas.
Sementara itu, kondisi bus pariwisata yang di video sebelumnya terlihat cukup mewah, Minggu siang berubah memprihatinkan.
Usai tabrakan terjadi, bus terhenti dengan posisi miring di atas saluran drainase. Bagian depan bus tampak ringsek.
Kursi-kursi di deretan bus juga nampak semburat. Kaca depan dan sejumlah kaca samping bus juga pecah.
Rina, warga sekitar lokasi tabrakan menceritakan, berdasarkan keterangan beberapa korban yang sempat ditolong, menurut Rina, diduga rem bus blong saat pulang dari berwisata ke Gunung Bromo.
Bahkan, diduga rem sudah blong sebelum sampai Boto. "Katanya dari atas itu sudah blong, mau berhenti nggak bisa. Jadi dari atas itu sudah berdoa semua di dalam bus. Sampai akhirnya nabrak di sini," ungkapnya.
Sampai di Boto, sopir bus banting setir ke kanan hingga menabrak pembatas jalan. Begitu tabrakan terjadi, bus terhenti dengan posisi miring di atas saluran drainase. Bagian depan bus tampak ringsek.
Direktur Utama sekaligus pemilik Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS), dr Faida mengatakan bahwa pihaknya tengah menjemput para nakesnya beserta keluarganya.
“Mereka mengalami laka saat pulang dari wisata Gunung Bromo menggunakan bus pariwisata. Ini acara mereka pribadi, berwisata. Ada sebanyak 52 karyawan ditambah keluarganya. Bahkan ada korban yang merupakan satu keluarga, dari Bapak, Ibu, dan Anak,” kata Faida. (gus/mie)
Editor : Muhammad Fahmi