Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Belum Lama Dibangun Sudah Direvitalisasi, DPRD Nilai Pujasera Alun-alun Probolinggo Muspra, Ini Penjelasan PUPR

Arif Mashudi • Minggu, 14 September 2025 | 17:03 WIB

 

 

TIDAK DIBONGKAR: Dinas PUPR PKP Kota Probolinggo memastikan bangunan Pujasera di alun-alun tidak akan dibongkar selama proses revitaslisasi. Justru akan dibuat lebih bagus dan menarik.
TIDAK DIBONGKAR: Dinas PUPR PKP Kota Probolinggo memastikan bangunan Pujasera di alun-alun tidak akan dibongkar selama proses revitaslisasi. Justru akan dibuat lebih bagus dan menarik.

MAYANGAN, Radar Bromo -Banggar DPRD Kota Probolinggo menilai pembangunan Pujasera Alun-Alun Kota Probolinggo muspra alias sia-sia.

Sebab, pembangunan pujasera itu belum lama dilakukan. Namun, saat ini alun-alun malah direvitalisasi.

Bahkan, alokasi anggaran untuk revitalisasi alun-alun di tahun 2026 tidak sedikit. Jumlahnya mencapai Rp 2 miliar.

Tri Atmojo Adip Susilo, anggota Banggar mempertanyakan alasan revitalisasi alun-alun. Apalagi, di alun-alun itu ada bangunan pujasera yang pembangunannya menelan anggaran cukup besar. Yaitu, mencapai Rp 6 miliar.

”Direvitalisasi bagaimana ini? Apa pujasera akan dibongkar dan dibangun baru atau bagaimana? Karena pujasera belum lama dibangun, malah mau direvitalisasi,” katanya saat rapat Banggar membahas KUA PPAS Kota Probolinggo tahun 2026.

Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib menilai, pembangunan yang dilakukan Dinas PUPR-PKP banyak yang muspra.

Salah satunya, Pujasera Alun-Alun yang belum lama dibangun. Namun, tahun depan malah akan direvitalisasi dengan anggaran Rp 2 miliar.

”Saya perhatikan dan menilai, pembangunan oleh Dinas PUPR ini tidak lama. Kemudian dibongkar, direvitalisasi. Jadinya, pembangunan itu muspra. Seperti Pujasera Alun-Alun itu kan belum lama dibangun,” katanya.

Hal serupa terjadi pada pembangunan kubah di atap kantor Pemkot Probolinggo dan di rumah dinas wali kota. Belum lama dibangun, kemudian dibongkar.

Padahal, pembangunan kubah itu menelan anggaran tidak sedikit. Pembongkarannya juga harus mengeluarkan anggaran, meski tidak sebesar saat membangun.

”Lebih baik anggaran untuk membangun yang muspra itu dipakai untuk bantuan sosial,” ujarnya.

Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo Setiorini Sayekti menjelaskan, revitalisasi Pujasera tidak akan membongkar bangunan yang sudah ada.

Hanya menambah ornamen atau bangunan sisi lantai atas yang dibuat lebih tertutup.

Selanjutnya, pujasera tetap digunakan. Namun, pengelolaannya akan berbeda dengan sebelumnya. ”Pujasera tidak akan dibongkar. Hanya dibuat lebih bagus dan lebih menarik,” terangnya. (mas/hn)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#alun alun probolinggo #pupr #revitalisasi #dprd #pujasera