PROBOLINGGO, Radar Bromo –Belum ada titik terang, siapa pelaku pembuangan bayi perempuan di sebuah pos ronda Dusun Bringin, Desa Pohsangit Leres, Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
Selama penyelidikan oleh pihak kepolisian, bayi itu dirawat sementara di Puskesmas Sumberasih.
Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus ini.
Namun, belum ada titik terang siapa pelaku atau orangtua bayi tersebut.
“Saat ini belum ada titik terang, tapi kami akan terus berupaya. Sekarang masih proses penyelidikan,” katanya singkat.
Kepala Puskesmas Sumberasih, dr. Imelda Kusumaningrum menyebutkan, kondisi bayi hingga Sabtu (13/9) terpantau sehat.
Bahkan, bayi perempuan ini telah diberi nama oleh puskesmas dengan inisial LL. Namun, belum ada masyarakat yang mengaku orangtua bayi tersebut.
“Sementara ini kami beri bayi susu formula. Kami juga membuka donor asi bagi bayi. Sementara untuk akta bayi saat ini masih proses dan kami koordinasikan dengan pihak kepolisian, Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo dan Capil,” terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, Rachmad Hidayanto mengatakan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kepolisian dan Puskesmas Sumberasih dalam kasus ini. Juga memastikan kondisi bayi sehat.
“Alhamdulillah bayi perempuan itu dalam keadaan sehat dan dirawat dengan baik,” katanya.
Walau begitu, perawatan bayi LL di Puskesmas Sumberasih hanya sampai beberapa hari ke depan.
Selanjutnya, bayi LL akan dititipkan ke UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan (PPSA) Balita Sidoarjo milik Dinas Sosial Jawa Timur.
“Nanti kami cek terlebih dahulu kelengkapan keterangan, baik dari pihak kepolisian ataupun puskesmas. Setelah lengkap kami diserahkan ke UPT PPSA Balita di Sidoarjo. Kemungkinan hari Senin (15/9) nanti,” terang Rachmad.
Diberitakan sebelumnya, bayi LL ditemukan warga di sebuh pos ronda, Jumat (12/9) pagi. Awalnya Abdul Mukti, 35, mendengar suara tangisan bayi dari depan rumahnya, pukul 03.00. Dia lantas membangunkan istrinya, Yulistiani, 33.
Mereka kemudian mengecek keluar rumah dan menemukan bayi perempuan di pos ronda depan rumah. Bayi itu hanya terbungkus sebuah daster tipis yang diduga milik ibunya.
Tubuhnya masih basah seperti baru dilahirkan, sementara tali pusarnya pun masih melekat.
Berdasarkan pemeriksaan medis, bayi tersebut diperkirakan baru berusia 2 hingga 3 jam saat ditemukan.
“Karena terus bergerak, akhirnya balutan dasternya terlepas dan bayi itu kedinginan. Makanya menangis. Akhirnya saya bawa masuk ke rumah, saya selimuti dengan sarung. Saya juga sempat mencoba memberinya susu, tapi tidak diminum. Lalu saya laporkan ke kepala desa,” tambah Yulistiani. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi