SUKAPURA, Radar Bromo-Rem matik blong kembali jadi penyebab kecelakaan di jalur Bromo Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Kali ini, dua wisatawan asing asal China jatuh dari motor di Desa Ngadisari.
Mereka jatuh setelah rem motor matik yang dikendarai blong. Satu di antaranya terluka cukup parah.
Dua turis itu awalnya berboncengan naik motor Honda Vario Hitam bernopol N 4463 OB, Jumat (12/9).
Mereka naik ke Bromo bersama seorang rekannya dengan mengendarai dua motor.
“Total ada tiga orang, menggunakan dua motor. Yang kecelakaan ini berboncengan laki-laki dan perempuan. Yang laki-laki luka parah,” terang Kades Ngadisari, Sunaryono.
Jumat (12/9) pukul 09.15, mereka turun dari Bromo. Namun sesampainya di Dusun/Desa Ngadisari, rem motor yang dikendarai berboncengan tak berfungsi. Baik rem depan, juga belakang.
“Akhirnya motor jatuh. Kami bantu berdiri dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Sukapura,” terangnya.
Akibat kecelakaan itu, motor Vario rusak di bagian depan. Sementara korban laki-laki mengalami luka robek di betis sepanjang 25 sentimeter.
Sunaryono kembali mengimbau agar wisatawan mengendarai motor manual ke Bromo. Tidak menggunakan motor matik.
“Motor matik itu tidak cocok digunakan di jalur pegunungan. Ini juga untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan seperti ini,” katanya.
Dokter fungsional Puskesmas Sukapura, dr. Febry Yasin Fahroni mengatakan, kedua WNA tengah dirawat di Puskesmas Sukapura dan akan dirujuk ke rumah sakit.
“Yang perempuan luka di lengan kiri dan lutut. Sementara yang laki-laki mengalami robek di betis kiri sepanjang 25 sentimeter. Ini mau kami rujuk ke rumah sakit,” terangnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi