Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kesaksian Siswa SDN Kanigaran 6 Probolinggo Hampir Diculik saat Pulang Sekolah, Begini Kronologinya  

Inneke Agustin • Kamis, 11 September 2025 | 03:26 WIB
PULANG: Korban RF, 12, melintasi Jalan Walikota Gatot, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, saat pulang sekolah Rabu (10/9) siang.
PULANG: Korban RF, 12, melintasi Jalan Walikota Gatot, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, saat pulang sekolah Rabu (10/9) siang.

 

PROBOLINGGO, Radar Bromo –Kabar penculikan siswa SD kembali merebak di Kota Probolinggo. Itu setelah RF, 12, seorang siswa SDN Kanigaran 6 Kota Probolinggo, mengaku hendak diculik orang tak dikenal.

Dugaan penculikan itu terjadi Selasa (9/9) siang saat korban pulang sekolah, pukul 12.15.

Hari itu, siswa kelas VI tersebut pulang terakhir. Sebab, dia harus melaksanakan piket membersihkan kelas.

Setelah piket, RF pulang jalan kaki seorang diri. Sebab, rumahnya memang dekat dengan sekolah yang berada di Kelurahan/Kecamatan Kanigaran itu. Teman-teman sekelasnya sudah lebih dulu pulang menggunakan sepeda.

“Sebetulnya pulang bareng teman tadi. Cuma dia pakai sepeda. Jadi jaraknya ada di depan saya, jauh,” tutur RF.

Saat melintas di Jalan Wali Kota Gatot, RF tiba-tiba dihampiri tiga lelaki mencurigakan.

Mereka mengendarai dua sepeda motor dari arah utara. Dua orang boncengan dan satu lagi berkendara sendiri. Begitu dekat, mereka lantas memepet korban dari belakang.

“Ada yang pakai motor berdua. Yang nyetir pakai topi dan penumpangnya pakai masker. Sementara yang sendirian pakai helm. Saya tidak kenal semuanya,” jelas RF.

Tiba-tiba, seorang lelaki yang dibonceng menarik tangan kanan RF dan berusaha mengajaknya ikut. Sembari berkata, “Ayo Naik.”

Merasa tidak kenal, RF pun menolak. Dia melawan dengan berusaha menggigit tangan terduga pelaku.

“Saya ketakutan, akhirnya saya melawan. Mau saya gigit tangannya. Tapi sebelum kegigit, dia melepaskan tangan saya. Saya langsung lari ke selatan mencari bantuan. Tapi mereka masih sempat mengejar,” ujarnya.

Beruntung, ada beberapa warga di sekitar lokasi kejadian. Melihat RF berlari, beberapa orang langsung menghampirinya.

“Saya ditanyai kenapa kok lari. Saya jawab mau diculik. Akhirnya warga berkerumun,” ungkapnya.

Meski warga sudah mendekat, ketiga terduga pelaku masih terlihat menunggu di selatan jalan sekitar 15 menit. Namun, karena jumlah warga semakin banyak, mereka akhirnya melarikan diri ke selatan.

Setiba di rumah, RF menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Informasi itu kemudian diteruskan ke grup WhatsApp kelas oleh ibu korban. Wali Kelas VI SDN Kanigaran 6, Tri Trisnaningtiyas membenarkan peristiwa itu.

“Kami panggil RF untuk menceritakan langsung kronologinya. Sebab yang tahu persis tentu anaknya sendiri,” kata Tiyas.

Pihak sekolah pun segera mengeluarkan imbauan pada orang tua murid untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kami sarankan agar siswa dijemput orang tua atau wali saat pulang sekolah. Kami juga berpesan pada murid agar tidak mudah tergiur atau percaya pada ajakan orang tak dikenal,” tegasnya.

Informasi tentang dugaan penculikan ini juga sudah didengar Polres Probolinggo Kota.

Petugas langsung menindaklanjuti informasi tersebut, meski belum ada laporan resmi dari keluarga korban.

“Kami sudah mendatangi sekolah untuk menemui korban. Saat ini kami masih mengecek kebenaran informasi itu. Kami berharap masyarakat yang mengetahui atau mengalami hal serupa segera melapor ke polisi,” ujar Kasat Reskrim Polres Probolinggo Iptu Zaenal Arifin. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#SDN #Pulang Sekolah #kronologi #Kanigaran #penculikan #probolinggo #diculik