MAYANGAN, Radar Bromo-Pedagang yang biasa berjualan dalam car free day (CFD) di Jalan Suroyo Kota Probolinggo dan sambat, ternyata tak hanya segelintir orang. Ada ratusan pedagang.
Karena itu, Paguyuban Pedagang Kreatif Lapangan (PPKL) Kota Probolinggo juga tak bisa berbuat banyak.
Sekretaris PPKL Kota Probolinggo Yudi Hermanto mengatakan, pindahnya PKL ke Jalan Ahmad Yani, murni inisiatif pedagang. Alasannya, omzet mereka merosot ketika berjualan di Jalan Suroyo.
“Para pedagang banyak yang sambat di Grup Paguyuban, penghasilannya turun drastis. Akhirnya, ada sekitar 200 pedagang yang memutuskan balik lagi ke alun-alun, tapi memang yang berjualan hari ini (7/9) hanya beberapanya saja. Ya bagaimana, saya juga iba mendengar curhatan mereka,” ujarnya.
Ia berharap para pedagang ini diberi tempat di dekat alun-alun. khusus Pasar Minggu.
Sebab, ada beberapa pedagang juga yang tidak mendapatkan tempat di Jalan Suroyo.
Bagi pedagang yang telah mendapat tempat di Jalan Suroyo, mereka diharapkan tetap di sana.
Bagi yang belum kebagian, pihaknya berharap para pedagang diberi tempat di Jalan Ahmad Yani.
“Sehingga semua bisa tertampung. Bisa berjualan di Pasar Minggu. Tidak ada yang berebut tempat. Mungkin bisa difasilitasi menggunakan Jalan Ahmad Yani dan menerus ke Jalan Suroyo,” harap warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan ini.
Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Pujo Agung Satrio mengaku, pihaknya telah berupaya melakukan penghalauan Minggu (7/9), Subuh. Mereka diminta kembali ke Jalan Suroyo.
“Namun para pedagang menghendaki berjualan di sini (alun-alun), sehingga kami meminta mereka hanya menggunakan ruas Jalan Ahmad Yani. Tidak boleh melebihi itu,” ujar Pujo.
Baca Juga: Omzet Turun, Pedagang CFD Probolinggo di Jalan Suroyo Pilih Kembali ke Sekitar Alun-Alun
“Ini pun hanya bersifat sementara. Selebihnya masih akan kami koordinasikan dengan dinas terkait,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala DKUPP Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, kebijakan Pemkot Probolinggo untuk Pasar Minggu masih tetap di Jalan Suroyo.
“Yang saat ini berjualan sebagian warga kabupaten yang memanfaatkan alun-alun yang belum ditutup. Sebenarnya, hal ini sudah kami rapatkan untuk antisipasi. Besok kami akan rapat evaluasi lagi,” terangnya. (gus/rud)
Editor : Muhammad Fahmi