Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pelaku Jambret Spesialis Kalung Emas Dimassa di Dringu Probolinggo, Tiga Orang Sudah Jadi Korban, Ini Modusnya

Inneke Agustin • Minggu, 7 September 2025 | 03:55 WIB
DIAMANKAN: Pelaku penjambretan, Dermawan Adi Prakoso, 31, warga Desa Kalisalam, Kecamatan Dringu (kaus hitam) diamankan Polsek Dringu, Sabtu (6/9) siang
DIAMANKAN: Pelaku penjambretan, Dermawan Adi Prakoso, 31, warga Desa Kalisalam, Kecamatan Dringu (kaus hitam) diamankan Polsek Dringu, Sabtu (6/9) siang

PROBOLINGGO, Radar Bromo– Apa yang dilakukan Dermawan Adi Prakoso, 31 ini sungguh nekat. Warga Desa Kalisalam, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo ini nekat menjambret 3 orang!

Beruntung, aksinya itu terhenti setelah ia dihakimi massa, Sabtu (6/9).

Sebelum dihakimi massa, terduga pelaku beraksi dua kali di Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu.

Sekitar pukul 06.30, terduga Dermawan Adi menjambret kalung Senipa, 65, warga Desa Tegalrejo.

"Saat itu ibu hendak buang sampah di utara rumah, sekitar 200 meter dari rumah. Ia dibuntuti seorang lelaki tak dikenal dan tiba-tiba laki-laki itu menarik kalung yang dipakai ibu,” terang cucu korban, Jefi Rama, 25.

Setelah menarik kalung korban, terduga pelaku mendorong korban hingga tersungkur dan meninggalkannya pergi.

Kalung sebesar 10 gram milik korban dengan harga Rp 7 juta itupun berhasil dibawa kabur.

Beberapa jam kemudian atau pukul 10.00, terduga pelaku kembali beraksi lagi di desa yang sama. Namun, di lokasi berbeda. Kali ini korbannya, Supiati, 50.

"Dia bertamu ke rumah saya, katanya hendak demo panci. Tapi kok tidak bawa panci. Malah dia izin buang air kecil, ya saya persilahkan ke kamar mandi," terangnya.

Belum juga masuk rumah, terduga pelaku menarik kalung korban. Kalung seberat 20 gram senilai Rp 13 juta itu pun terlepas dari lehernya.

Kaget, Supiati langsung berteriak jambret. Teriakan itu terdengar oleh menantunya, Defri Rianto, 30.

"Akhirnya saya kejar. Dia belum sempat naik motor, sudah saya tangkap duluan dan saya piting. Karena khawatir dia kabur, saya teriak panggil warga," ujarnya.

Warga yang geram dengan tingkah laku terduga, akhirnya memukulinya. Terduga pelaku lantas dibawa ke kantor desa.

Di sana ia kembali dimassa, hingga akhirnya diamankan oleh petugas Polsek Dringu. Terduga lantas dilarikan ke RSUD Wonolangan untuk pengobatan.

"Setelah itu kami bawa ke mapolsek untuk penyidikan. Sementara korbannya dua. Kami masih mendalami apakah terduga merupakan residivis dan apakah ada TKP serta korban lainnya," tutur Kapolsek Dringu, Iptu Anshori.

Terpisah, seorang warga juga mengaku jadi korban jambret oleh terduga pelaku. Ia adalah Putri, 25, warga Sumberagung, Dringu. Putri mengaku dijambret saat pulang dari rumah mertuanya, Kamis (4/9) sore.

"Saat itu saya berboncengan dengan anak saya. Tiba-tiba dipepet oleh  lelaki menggunakan helm dan masker. Saya langsung menepi, lalu dia langsung menarik kalung anak saya dan lari," ujarnya.

Putri mengaku mengalami kerugian Rp 1,5 juta. Ia yakin bahwa terduga yang tertangkap ini adalah pelaku yang menjambretnya beberapa hari lalu.

"Sebab meski pakai masker, bodinya saya masih ingat. Bajunya dan motornya juga sama. Kan pakai Suzuki FU. Sama seperti yang tertangkap ini," jelasnya. (gus/hn)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#korban #dringu #jambret #kalung #probolinggo