SUKAPURA, Radar Bromo–Motif asmara ternyata jadi pemicu aksi pembacokan pada korban Deding Darma Firdaus, 27 di tepi jalur Bromo Probolinggo hingga tewas.
Tersangka pembacokan di Dusun Krajan, Desa/ Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo itu adalah Muslim, 54.
Yang mengejutkan, Muslim ternyata merupakan mantan mertua istri korban Deding Darma.
Muslim yang merupakan warga Desa Resongo, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, itu ditangkap setelah polisi mendapat beberapa alat bukti.
“Tersangka pembacokan di Sukapura sudah kami amankan. Saat ini, masih pengembangan,” terang Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Putra Adi Fajar Winarsakatanya, Rabu (3/9).
Putra menjelaskan, motif pembacokan saat ini masih terus didalami. Namun, diduga kuat Muslim membacok korbannya, Deding Darma Firdaus, 27, karena masalah asmara.
Tersangka merupakan mantan mertua dari istri korban. Anak dari tersangka sebelumnya menikah dengan istri korban.
Namun, mereka bercerai. Korban sendiri adalah suami kedua atau suami sambung.
Korban menikah dengan istrinya, setelah istrinya itu bercerai dengan anak tersangka.
Diduga hal inilah yang menjadi pemicu tersangka membacok korban Deding hingga tewas.
“Untuk motif masih kami pastikan. Saat ini keterangan masih kami dalami,” bebernya.
Kades Sukapura Untung Arsiadi mengatakan, korban baru menikah. Bapak dari istri korban merupakan warga Desa Sukapura.
Istri korban pernah menikah, tetapi sudah bercerai beberapa bulan lalu. Namun, dirinya tidak mengetahui pasti apa yang menjadi pemicu perceraian itu.
“Termasuk penyebab pembacokan itu, saya tidak tahu pasti. Cuma setahu saya, istri korban pernah nikah dan telah bercerai. Mertua korban itu orang sini (Desa Sukapura, Red). Selebihnya tidak tahu,” imbuhnya.
Diketahui, aksi pembacokan kembali menggegerkan Probolinggo. Selasa pagi (2/9) aksi pembacokan terjadi di tepi jalan jalur Bromo Dusun Krajan, Desa/ Kecamatan Sukapura.
Korban yang dibacok di pinggir jalur Bromo itu pun meninggal di lokasi kejadian. Korban nahas itu diketahui bernama Deding Darma Firdaus, 27 asal Nogosaren, Kecamatan Gading.
Insiden berdarah ini terjadi sekitar pukul 10.00. Saat itu, korban sendirian mengendarai mobil Toyota Kijang dari arah utara menuju selatan.
Sesampainya di lokasi kejadian, mobil warga Kecamatan Gading itu kehabisan bahan bakar. Korban pun berhenti dan menghubungi mertuanya yang tinggal di Sukapura untuk membelikan Pertalite eceran.
Beberapa saat kemudian, mertuanya datang mengantar Pertalite eceran yang dipesan sang menantu.
Saat korban sedang mengisi Pertalite, datang Muslim, 54, warga Kecamatan Kuripan bersama seorang pelaku lain dengan mengendarai motor. Muslim lantas memarkir motornya tepat di depan mobil korban.
Muslim pun lantas menyerang korban dengan celurit yang dibawanya. Setelah melihat korban tergeletak bersimbah darah, Muslim dan satu pelaku lainnya kabur. Namun, ia akhirnya berhasil dibekuk. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi