DENGAN mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani, Pemerintah Desa (Pemdes) Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo terus menggenjot pembangunan sejumlah infrastruktur.
Hal ini bertujuan, agar mempermudah akses sehingga menggerakkan roda perekonomian warga. Dengan begitu, bisa mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kasi Pemerintahan Desa Pesisir, Arif Rohman, 37, mengatakan, tahun ini pihaknya telah menyelesaikan dua infratruktur prioritas untuk kepentingan masyarakat di desa. Yakni pembangunan saluran irigasi dan pavingisasi.
Arif menambahkan, saluran irigasi dibangun di Dusun Melati RT 10 sepanjang 35 meter dengan ketinggian 60 sentimeter.
Pembangunan irigasi ini, sejatinya telah dilakukan sejak tahun 2024, kemudian disambung di tahun ini.
“Tahun 2024 itu sepanjang 145 meter dengan ketinggian yang sama. Tahun ini kami tambah 35 meter,” ungkapnya.
Sebelum dibangun, jalur irigasi ke persawahan warga masih berupa kedukan tanah.
Sehingga, air banyak menyerap ke dalam tanah dan membuat proses pengairan sawah kurang maksimal.
Hal ini tentu berdampak pada potensi hasil pertanian dan kualitas hasil panen.
“Kini setelah adanya saluran irigasi tersebut, warga merasa senang. Sebab air yang digunakan jauh lebih efisien dan tercukupi. Harapan kami, ini dapat mendongkrak hasil panen dan bisa mensejahterakan masyarakat,” terangnya.
Selain itu, Pemdes Pesisir juga melakukan pavingisasi di Dusun Melati RT 11. Jalan sepanjang 76 meter dengan lebar 3 meter tersebut, merupakan akses ke Masjid Jami` Asshiddiq Desa Pesisir.
Arif mengatakan, dahulu jalanan tersebut masih berupa tanah, sehingga saat musim hujan tak jarang kondisinya licin.
“Sekarang sudah kami paving, jadi sudah lebih nyaman untuk dilalui. Mobil juga bisa masuk. Karena memang masjid ini, banyak didatangi para pelancong dari luar kota juga, terutama ketika hari-hari besar,” tukasnya.
Di pencairan DD tahap kedua nantinya, Pemdes Pesisir berencana akan mulai membanguna gedung PAUD atau Kelompok Bermain Melati. Saat ini, sudah ada 20 orang yang belajar di PAUD tersebut.
“Tapi sementara, lokasi belajarnya masih menumpang di rumah kepala desa. Sehingga kami ingin membangun ruang kelas bagi mereka di area Balai Desa. Dengan begitu, mereka akan lebih fokus dan lebih nyaman dalam proses belajarnya. Rencananya juga akan kami gabung dengan TK yang kini sudah memiliki 29 murid,” paparnya.
Perangi Stunting, Lakukan Posyandu
Tak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, Pemerintah Desa (Pemdes) Pesisir juga getol dalam bidang kesehatan untuk masyarakat.
Salah satunya, melalui program posyandu yang biasa digelar sebulan sekali di tiap-tiap kelompok posyandu.
“Ada posyandu balita dan anak-anak, posyandu ibu hamil, serta lansia. Itu biasanya digelar bergantian,” terang Kasi Pemerintahan Desa Pesisir, Arif Rohman.
Arif menjelaskan, kegiatan posyandu ini beragam. Seperti di posyandu balita, mereka akan dipantau tumbuh kembang hingga gizinya.
Kemudian untuk posyandu, ibu hamil juga diperiksa kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya.
“Semua ini kami lakukan sebagai upaya untuk memerangi stunting,” ungkapnya.
Sementara untuk posyandu lansia, biasanya dilakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kadar kolesterol, dan asam urat.
“Bagi lansia yang kesulitan ke lokasi posyandu. Tak jarang, kader yang ke rumah mereka. Bila memang membutuhkan pemeriksaan atau pengobatan yang lebih intensif, maka akan kami rujuk ke Puskesmas Sumberasih,” sampainya. (gus/one)
PENDAPATAN
Pendapatan Transfer: Rp 1.411.288.842,00
BELANJA
Belanja Pegawai: Rp 246.643.920,00
Belanja Barang dan Jasa: Rp 422.449.922,00
Belanja Modal: Rp 373.675.000,00
Belanja Tidak Terduga: Rp 154.520.000,00
JUMLAH BELANJA: Rp 1.197.288.842,00
SURPLUS/(DEFISIT): Rp 214.000.000,00
PEMBIAYAAN
SILPA Tahun Sebelumnya: Rp 221.745.080,00
Penyertaan Modal Desa: Rp 214.000.000,00
PEMBIAYAAN NETTO: Rp 7.745.080,34
SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN: Rp 221.745.080,34