PROBOLINGGO, Radar Bromo-Niat Andre, 22, warga Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo untuk melihat karnaval, berujung petaka. Tiba-tiba dia dibacok seorang pria tak dikenal, Minggu (31/8) malam.
Kejadian ini pun membuat Andre harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.
Rekan korban, Mahrus Ali, 20 mengatakan bahwa dirinya menonton karnaval bersama-sama.
Korban menjemput Ali ke rumahnya dan berangkat menuju lokasi sekitar pukul 16.00.
“Saat magrib, kami sempat pulang lagi ke rumah untuk salat. Baru setelah salat, berangkat lagi nonton karnaval,” tutur pria asal Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.
Mereka berangkat menggunakan motor Yamaha Vixion milik korban. Sesampainya di lokasi, keduanya berhenti di tepi jalan sisi barat untuk melihat karnaval.
“Saat kami sampai, pelaku dan kedua temannya sudah ada duluan di lokasi. Tapi mereka di seberang jalan, ada di timur,” ujarnya.
Ali menerangkan, ciri-ciri terduga pelaku berbadan gemuk, menggunakan kaos coklat, celana pendek, serta menggunakan topi. Ia menggunakan motor Honda Vario modifikasi.
Sayangnya, Ali mengaku tak melihat secara pasti warna motor tersebut karena gelap.
“Pelakunya berboncengan, dia yang gonceng. Kalau temannya yang nyetir itu tubuhnya pendek dan kurus. Lalu ada lagi 1 orang di atas motor yang berbeda, sepertinya temannya karena waktu itu ikutan lari. Tapi saya tidak seberapa memperhatikan. Jadi total ada 3 orang pria dengan 2 motor,” ungkapnya.
Ali mengatakan bahwa sesampainya di TKP, terduga pelaku sempat adu pandang dengan mereka.
“Andre sempat minta pulang karena merasa tidak nyaman. Soalnya dipandangi terus,” tuturnya. Meski demikian, Ali mengaku tak mengenal pria tersebut.
Berselang sekitar 30 menit berada di lokasi. Pelaku mulai mondar mandiri ke barat, lalu ke timur, dan ke barat lagi.
“Saat ke barat kedua kalinya, dia menyeberang itu sudah mengeluarkan celurit dari pinggangnya dan mengarahkan ke kami,” terangnya.
Kaget dan ketakutan, keduanya pun lari. Tak sempat naik motor, motornya ditinggal. “Saya lari ke utara, Andre ke selatan. Saya lihat, Andre yang dikejar. Sampai sarung celurit pelaku jatuh ke tengah jalan dan diambil oleh temannya yang nyetir motor itu. Tapi saya tidak tahu kejadian setelah itu,” tuturnya.
Ali mengaku sempat kembali ke tempat parkir motornya. Namun motor tersebut sudah tidak di lokasi. Sehingga Ali meminta jemput ayahnya.
“Baru setelah itu, saya mendapat info Andre dibacok dan sekarang dibawa ke rumah sakit,” ceritanya kepada Jawa Pos Radar Bromo saat di RSUD dr. Mohammad Saleh.
Dalam video kejadian yang beredar, korban diserang di bagian kepala hingga terluka parah. Puas membacok korban, para pelaku dikabarkan lari ke arah selatan.
Beruntung setelah itu, adik ipar korban, Melia Wulandari, 29, melintas. Meli baru pulang dari berbelanja di daerah Kecamatan Wonoasih.
“Pas lewat itu ada karnaval, tapi orang-orang bilang ada yang dibacok ada yang dibacok. Akhirnya kami berhenti untuk melihat. Ternyata itu keluarga kami,” tuturnya.
Segera Meli dan suaminya membawa korban ke Puskesmas Wonoasih. Dari sana korban lantas dirujuk ke IGD RSUD dr. Mohammad Saleh untuk mendapat pengobatan.
“Adik saya itu orangnya pendiam. Tidak punya musuh. Tidak punya masalah. Entah siapa yang tega melakukan ini,” ungkap perempuan yang asal di Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, Kota Probolinggo ini.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Zaenal Arifin mengatakan bahwa memang benar ada kejadian pembacokan.
“Saat ini kami masih melakukan olah TKP dan penyelidikan lebih mendalam,” pungkasnya singkat. (gus/fun)
Editor : Fandi Armanto