KEDOPOK, Radar Bromo- Kawanan maling hewan kembali beraksi di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota. Selasa (26/8) dini hari, mereka menggondol seekor sapi limousin jantan milik warga Jalan Bogowonto, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Asan Hasani, 50.
Seekor sapi ini dipelihara di kandang di area dapur di belakang rumah korban. selama ini jarang dikeluarkan, sehingga jarang orang yang tahu.
“Kok tahu kalau ada sapi di sini,” ujar putri korban, Siti Aisyah, 35.
Aisyah mengatakan, sapi terakhir kali diberi makan oleh ayahnya Senin (25/8) sekitar pukul 00.00. Setelah itu, keluarganya terlelap tidur. Sementara, Asan kembali ke tempat kerjanya. “Ayah kerja sebagai penjaga perumahan di depan rumah. Kalau siang kerja tani. Sapi itu salah satu bentuk simpanan kami sekaligus untuk diternak,” terangnya.
Ada lima anggota keluarga yang kala itu tidur di rumah korban. Namun, semuanya tidak ada yang mendengar suara mencurigakan dari kandang sapi. Sekitar pukul 02.30, istri Asan bangun untuk memasak.
“Ia memang biasa masak dini hari, untuk bekal ayah ke sawah,” jelasnya.
Betapa kagetnya, sapi kesayangannya sudah raib. Juga ada lubang seukuran tangan orang dewasa di dekat pintu belakang. “Pintunya itu tetap tertutup, sepertinya ditutup kembali oleh malingnya. Tapi, ada lubang di dekat pintu itu,” terang Aisyah.
Aisyah menduga, maling masuk dari pintu belakang. Namun, karena pintunya dikunci menggunakan bambu, maling membuat lubang untuk membukanya. Setelah terbuka, sapi digondol dan pintu ditutup kembali.
“Kemungkinan dibawa lari ke barat. Sayang di sini tidak ada yang melihat dan tidak ada CCTV juga. Kami sudah sempat mencari hingga ke daerah Kelurahan Sumber Wetan, tapi nihil,” katanya.
Atas hilangnya sapi berusia 2 tahun ini, Aisyah mengaku, keluarganya rugi sekitar Rp 15 juta. Ia mengaku, ini bukan kali pertama kemalingan sapi. Kejadian serupa terjadi sekitar 1,5 tahun lalu.
“Dulu dilaporkan oleh ketua RT-nya. Sekarang ketua RT-nya tidak membantu laporan ke kepolisian. Sementara, kami tidak tahu harus ke mana dan bagaimana. Jadi, kami memilih untuk ikhlas dan tidak melapor,” katanya.
Tidak adanya laporan, membuat kepolisian tak mengetahui adanya aksi kejahatan ini.
“Belum ada laporan masuk terkait kasus ini pada kami,” ujar Kepala Subsektor Kedopok Ipda Hari Dwi Tjahjono. (gus/rud)