PERINGATAN Hari Lahir Ke-80 Kejaksaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2025 di Kota Probolinggo, benar-benar meriah. Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Probolinggo, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo sukses menggelar Festival Literasi Hukum.
Generasi Sadar Hukum untuk Indonesia Maju, menjadi tema dalam Peringatan Hari Lahir ke-80 Kejaksaan RI Tahun 2025. Serangkaian kegiatan lomba digelar sejak 1-25 Agustus. Puncaknya, digelar Festival Literasi Hukum 2025 di Ballroom Paseban Sena, Kota Probolinggo, Selasa (26/8).
Pagi itu, sejumlah pejabat hadir. Di antaranya, Wakil Wali Kota Probolinggo Hj. Ina Dwi Lestari, S.AP, M.M.; Kepala Kejari Kota Probolinggo Dodik Hermawan, S.H., M.H.; Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo Santi Wilujeng P, S.E.; dan Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri, S.I.K., M.I.K.
Ada pula Kepala Pengadilan Negeri Kota Probolinggo Mellina Nawangsari, S.H. dan Sekda Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati, M.QIH. Serta, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkot Probolinggo, kepala sekolah jenjang SD-SMP negeri/swasta se-Kota Probolinggo, serta dewan juri lomba-lomba literasi hukum.
Euforia kemeriahan Puncak Festival Literasi Hukum 2025, begitu terasa bagi ribuan peserta didik se-Kota Probolinggo. Bukan hanya karena 506 peserta lomba yang selalu bersemangat hadir di lokasi dengan beragam propertinya. Namun, khusus hari itu, peserta didik lainnya dari masing-masing sekolah juga berkesempatan mengikuti Puncak Festival Literasi Hukum sekaligus memberikan dukungan kepada teman-temannya melalui zoom meeting.
Tercatat, ada 4.737 peserta dari 114 lembaga mengikuti secara daring. Sebelum acara dimulai, mereka kompak menyanyi dan gerak tari “Generasi Sadar Hukum untuk Indonesia Maju,” ciptaan Kajari Kota Probolinggo Dodik Hermawan dan Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Dr. Siti Romlah.
Kajari Kota Probolinggo Dodik Hermawan mengatakan, Festival Literasi Hukum bukan sekadar lomba. Literasi hukum sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang hukum. “Juga bagaimana hukum membantu kita dalam kehidupan sehari-hari. Membantu diri kita dan orang lain,” ujarnya.
Menurutnya, Festival Literasi Hukum merupakan salah satu upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum di kalangan peserta didik jenjang pendidikan dasar. Membentuk pembiasaan karakter jujur, bertanggung jawab, adil, dan taat hukum sejak dini. Yakni, dengan cara-cara yang mudah dipahami dan menyenangkan melalui lomba-lomba dalam Festival Literasi Hukum.
Melihat begitu semangatnya generasi muda mengikuti Festival Literasi Hukum, Kajari mengaku bangga. “Begitu antusiasnya para peserta. Baik jenjang SD, SMP, bahkan peserta dari Sekolah Rakyat juga tak mau ketinggalan. Ini menunjukkan bahwa generasi muda kita memiliki semangat untuk belajar hukum, memahami nilai keadilan, berbudaya jujur, dan memiliki tanggung jawab yang begitu luar biasa,” katanya.
Ia mengajak para peserta didik menjadi pelopor kejujuran di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Menjadi anak-anak yang berani, cerdas, dan generasi yang tidak mudah tergoda oleh praktik-praktik yang menyimpang.
“Generasi yang berani mengatakan tidak pada korupsi, generasi yang berani mengatakan tidak pada bullying, dan menjunjung tinggi hukum. Begitu juga dengan generasi tua. Jangan mau kalah dengan yang muda. Ini awal dari langkah kita, semoga Kota Probolinggo ini bersih dari tindak pidana korupsi,” harapnya.
Wakil Wali Kota Probolinggo Hj. Ina mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, event ini merupakan sarana kreasi dan eduksi hukum bagi peserta didik. Bukan sekadar menanamkan pemahaman hukum secara teori, tetapi juga menggugah kesadaran dan kreativitas siswa dalam mengimplemantasi nilai kejujuran dan keadilan.
Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Dr. Siti Romlah, S.Si., M.Pd. menyebutkan, Festival Literasi Hukum di Kota Probolinggo ini terdiri atas serangkaian kegiatan lomba literasi hukum. Di antaranya, ada lomba kantin kejujuran jenjang SD-SMP yang diikuti 71 lembaga SD negeri/swasta dan 14 lembaga SMP negeri/swasta. Ada pula lomba yelyel “Generasi Sadar Hukum untuk Indonesia Maju.” Pesertanya ada 87 tim. Sejumlah 68 tim SD dan 17 tim SMP. Masing-masing tim berisi 7 peserta dan seorang pendamping, sehingga total ada 696 peserta.
Ada pula lomba poster digital “Anti-Korupsi.” Lomba ini diikuti 65 peserta dari SMP negeri/swasta se-Kota Probolinggo. Kemudian, lomba Cipta dan Baca Puisi bertema “Anti-Cyberbullying.” Ada 73 peserta dari SD dan SMP negeri/swasta.
Berikutnya, ada ada lomba menulis teks narasi bertema “Anti-Cyberbullying” untuk jenjang SD-SMP negeri/swasta. Lomba ini diikuti 997 peserta, termasuk siswa dari Sekolah Rakyat. Kemudikan, lomba kampanye sadar hukum melalui twibbon yang diikuti 3.150 pengguna dari seluruh lapisan masyarakat se-Kota Probolinggo.
Selain itu, 670 peserta didik jenjang SD-SMP negeri/swasta menulis amanat Kajari Kota Probolinggo. Hasilnya, bakal dibukukan sebagai kumpulan karya dari Festival Literasi Hukum di Kota Probolinggo.
Puncak Festival Literasi Hukum juga diwarnai penampilan budaya literasi hukum. Yakni, para juara lomba Cipta dan Baca Puisi, Yelyel jenjang SD-SMP hingga penampilan teater Gembok “Kejahatan Dunia Maya”, yang mengandung filosofis agar bijak bersosial media. (el/adv)
Editor : Ronald Fernando