KANIGARAN, Radar Bromo- Melalui Festival Literasi Hukum, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo mengajak dan berupaya menanamkan nilai kejujuran serta kesadaran hukum sejak dini. Literasi hukum tidak hanya sebatas pendidikan semata, tetapi diharapkan bisa menjadi pembiasaan, karakter, bahkan budaya taat hukum di lingkungan sekolah ataupun dunia pendidikan.
Hal itu diharapkan Kepala Kejari Kota Probolinggo Dodik Hermawan dalam acara Puncak Festival Literasi Hukum dalam rangka Hari Lahir ke-80 Kejaksaan RI, Selasa (26/8).
Menurutnya, kegiatan hasil kerja sama dengan Disdikbud Kota Probolinggo ini bertujuan menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, serta kesadaran hukum kepada anak-anak.
“Hukum adalah fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Namun, masih banyak di antara kita yang belum memahami hak dan kewajiban secara hukum. Karena itu, literasi hukum menjadi sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman kita tentang hukum,” katanya.
Kajari mengaku bangga melihat antusiasme peserta didik dari berbagai sekolah di Kota Probolinggo. Ada sekitar 1.000 siswa dalam festival literasi hukum ini.
Katanya, ini menunjukkan generasi muda Kota Probolinggo memiliki semangat untuk belajar hukum, memahami nilai keadilan, serta menanamkan budaya jujur yang sangat luar biasa.
Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Siti Romlah mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum di kalangan peserta didik jenjang pendidikan dasar sejak dini.
Kegiatan ini sudah berjalan mulai 1 Agustus. Ada beragam lomba yang diikuti 71 lembaga SD negeri/swasta dan 14 lembaga SMP negeri/swasta di Kota Probolinggo.
”Nanti hasilnya akan dibukukan menjadi sebuah buku karya Festival Literasi Hukum di Kota Probolinggo. Kemudian akan didaftarkan ke Perpustakaan nasional dan akan menjadi sumber belajar bagi seluruh peserta didik di Kota Probolinggo,” jelasnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga