PEMKOT Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo sukses menyelenggarakan kegiatan Gelar Potensi Produk Unggulan Kota Probolinggo. Serta, Penganugerahan Petani Teladan, Kelompok P2L Terbaik, Olahan Pangan Hasil Pekarangan Terbaik, dan Mural Tingkat SMA/SMK/MA Sederajat.
Serangkaian Peringatan Hari Krida Pertanian ke-53 sekaligus HUT ke-80 RI, ini terselenggara dua hari, Selasa-Rabu (19-20/8). Digelar di Lapangan Utara Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 10, Jalan Soekarno Hatta, Kota Probolinggo.
Memasuki lokasi acara, pengunjung langsung disambut pameran lima stan cantik dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) lima kecamatan se-Kota Probolinggo. Setiap stan menampilkan berbagai potensi produk unggulan kecamatan masing-masing. Baik sayuran maupun buah-buahan, semuanya begitu fresh dan harganya pun terjangkau.
Tak hanya menyuguhkan berbagai hasil tanaman pangan, tanaman hortikultura, beragam produk olahan hasil pertanian juga ditawarkan. Sementara itu, di sisi selatan juga berjajar pameran bonsai. Ada pula pameran tanaman buah dalam pot (tabulampot) anggur yang kini mulai dibudidayakan oleh masyarakat. Semuanya dilombakan.
Sejumlah mitra DKPPP juga menunjukkan sinerginya dengan membuka stan menawarkan produk pertaniannya. Tak terkecuali, stan DKPPP gabungan para mitra penyedia bahan pokok menjadi stan yang paling banyak diburu kaum ibu-ibu. Hasilnya, dalam dua hari, 4 ton beras SPHP yang menjadi primadona ludes terjual dengan harga Rp 57 ribu per 5 kilogram. Luar biasa animo masyarakat.
Pada hari pertama, di tenda utama, gabungan kelompok tani se-Kota Probolinggo mendapatkan pembekalan. Yakni, Pelatihan Penerapan Teknologi Tepat Guna dalam Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan dan Hortikultura. Pada hari kedua, diisi lomba olahan pangan. Mulai kudapan basah, kudapan kering, inovasi minuman, hingga bento.
Puncaknya, penyerahan penghargaan kepada seluruh pemenang lomba-lomba serangkaian peringatan Hari Krida Pertanian sekaligus HUT RI. Di antaranya, penganugerahan Petani Teladan, Kelompok P2L Terbaik, Olahan Pangan Hasil Pekarangan Terbaik, dan Mural Tingkat SMA/SMK/MA Sederajat.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG (K)., M.Kes. menyebutkan, lahan di Kota Probolinggo sangat terbatas. Karena itu, ketahanan pangan tidak bisa dilakukan dengan perluasan lahan.
“Yang bisa dilakukan hanya melalui intensifikasi. Bagaimana inisiatif dan kreativitas dari para petani atau inovasi-inovasi baru yang bisa diciptakan. Termasuk pemanfaatan lahan yang ada dimaksimalkan, ditanami bahan-bahan pangan, sayuran, hortikultura. Ini yang lebih kita kedepankan dalam mewujudkan ketahanan pangan ke depan,” ungkapnya.
Menurutnya, melalui lomba olahan pangan, ibu sekarang sudah cermat, bukan saja memikirkan bagaimana memberikan makanan bergizi bagi keluarga agar terhindar dari stunting. Namun, juga memenuhi kebutuhan bahan pangan program pemerintah Makanan Bergizi Gratis (MBG). Harapannya, potensi keuangan yang beredar di Kota Probolinggo bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh petani dan masyarakat Kota Probolinggo sendiri.
Wali Kota juga menegaskan komitmennya mengembalikan citra Kota Probolinggo sebagai Kota Anggur. “Di sini dikenal dengan Kota Anggur. Sudah semestinya di mana-mana tampak anggur. Inovasi tanaman anggur dalam pot bisa berbuah dengan bagus hanya dalam 5 bulan saja. Bukan saja petani, instansi, kantor, stakeholder, hingga RT/RW bahkan sekolah-sekolah segera kami beri pelatihan ini, anggur dalam pot ini,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Probolinggo Hj. Ina Dwi Lestari, S.AP., M.M. menambahkan, dengan pelatihan bukan saja bisa meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi, tapi juga memacu inovasi dan varietas, sehingga produk unggulan daerah bisa berkembang, bernilai tambah, dan berdaya saing. Tentunya dengan strategi pemasaran yang efektif.
Siang itu, sejumlah bantuan juga diberikan. Di antaranya, bantuan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, berupa 2 unit mesin hand tractor untuk kelompok tani Harapan Makmur Kelurahan Kebonsari Kulon dan kelompok tani Makmur Jaya Kelurahan Triwung Kidul. Serta, pengembangan kawasan bawang merah seluas 3 hektare di kelompok Tani Mandiri Kelurahan Karenglor.
Pemkot Probolinggo juga mendapatkan program implementasi kebijakan ekonomi dan keuangan daerah dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan BI Malang. Bantuan ini diberikan kepada Kelompok Tani Bangun Jaya Kelurahan Sumber Taman dan Kelompok Tani Sumber Hidup Kelurahan Sumber Wetan. Berupa unit pengolahan pupuk organik serta dalam rangka program pengendalian inflasi berupa satu paket bahan bangunan greenhouse untuk komoditas cabai. Bantuan ini diberikan kepada kelompok Lestari Jaya Kelurahan Kebonsari Wetan.
“Harga cabai yang biasanya sering bergejolak, mudah-mudahan dengan adanya stimulus greenhouse ini paling tidak masyarakat bisa membudidayakan sepanjang masa bisa panen kapan saja, sehingga tidak terpengaruh oleh dinamika fluktuasi pasar,” ujar Kepala DKPPP Kota Probolinggo Ir. Aries Santoso, M.M. (el/adv)
Editor : Ronald Fernando