PEMBANGUNAN di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, terus berjalan sesuai perencanaan. Berbagai program infrastruktur dan ketahanan pangan kini direalisasikan dengan bertahap. Manfaatnya kini mulai dirasakan masyarakat.
Sejumlah kegiatan pembangunan yang dikerjakan tahun ini meliputi rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Dusun Taman RT/RW 4/1, Dusun Karanganyar RT/RW 5/1, serta Dusun Wedian RT/RW 1/1.
Selain itu, pemerintah desa (pemdes) juga membangun pagar kantor desa sepanjang 56,6 meter dengan tinggi 2 meter, serta melakukan pengaspalan jalan di Dusun Krajan RT/RW 2/1.
Di sektor pertanian, program ketahanan pangan diwujudkan melalui pola tanam bergilir mulai padi, tembakau, hingga cabai. Pola ini membuat lahan tetap produktif sepanjang tahun dan membantu meningkatkan pendapatan petani.
Kepala Desa Curahsawo, Hj. Nikmatul Iza, S.Pd, menegaskan, seluruh proses pembangunan selalu melibatkan warga.
Melalui musyawarah desa (musdes), unsur BPD, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum turut memberi masukan sebelum program dijalankan.
“Alhamdulillah, pelan namun pasti program pembangunan kami realisasikan. Dulu akses jalan kurang nyaman dan becek saat hujan, sekarang sudah mulus dan lancar. Transportasi hasil pertanian juga lebih mudah,” katanya.
Ia berharap ke depan pembangunan di Curahsawo dapat terus ditingkatkan sesuai harapan warga.
“Dengan dukungan dan partisipasi masyarakat, desa ini diyakini mampu melangkah lebih maju serta memberikan kesejahteraan nyata bagi warganya’, Pungkasnya.
Mobil Siaga dan Penanaman Bibit Sawo Branding jadi Ciri Khas Desa
Pemdes Curahsawo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Hj. Nikmatul Iza, S.Pd, berbagai program inovatif dijalankan demi memberikan manfaat langsung bagi warga.
Salah satu terobosan penting adalah pengadaan mobil siaga desa. Kendaraan ini disiapkan khusus untuk membantu warga dalam keadaan darurat.
Terutama saat ada yang sakit dan membutuhkan transportasi cepat ke fasilitas kesehatan hingga untuk kepentingan sosial lainnya.
“Mobil siaga desa bisa digunakan semua warga. Silakan dipakai demi kebutuhan bersama, agar tidak ada lagi kesulitan saat darurat,” ujar Kades Nikmatul Iza.
Tak hanya fokus pada layanan kesehatan, Desa Curahsawo juga berkomitmen mendukung program desa tematik hijau.
Sesuai dengan namanya, desa ini ingin memiliki ciri khas dengan tanaman buah sawo yang identik dengan nama desanya. Sebanyak 750 bibit sawo dibagikan kepada warga dengan konsep satu rumah, satu pohon sawo.
Bibit juga ditanam di sepanjang jalan desa serta area persawahan. Langkah ini tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki pada setiap warga. Pemerintah desa pun aktif melakukan pendampingan agar masyarakat memahami cara merawat pohon yang ditanam.
“Dengan menanam sawo, kami ingin membangun identitas desa sekaligus menjaga lingkungan. Harapannya, nanti Curahsawo benar-benar dikenal sebagai desa penghasil buah sawo,” Ujarnya.
Program ini disambut positif oleh warga, yang merasa bangga dan terlibat langsung dalam proses penghijauan.
“Sesuai dengan visi kami, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, dengan semangat persaudaraan, gotong royong dan akhlak mulia mewujudkan Desa Curahsawo menjadi maju, mandiri dan berbudaya,” kata Kades Nikmatul Iza. (dik/fun/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2025
- RTLH 3, Dusun Taman RT RW 4/1, Dusun Karanganyar RT RW 5/1, Dusun Wedian RT RW 1/1
- Rehab Pagar Kantor Desa 56,6 meter x 2 meter
- Pengaspalan jalan dusun Krajan RT RW 2/1
- Pengadaan mobil siaga desa
- Desa tematik hijau penanaman 750 bibit sawo
- Ketahanan pangan: padi, tembakau, tanaman cabai