MAYANGAN, Radar Bromo - Pemkot Probolinggo berupaya Alun-Alun Kota Probolinggo benar-benar bersolek. Setelah merevitaliasi alun-alun, pemkot berencana memermak Pujasera Alun-Alun. Proyek ini dibutuhkan anggaran sekitar Rp 2 miliar.
Pemkot berencana menggarapnya tahun depan. Namun, anggaran penyusunan Detail Engineering Design (DED)-nya akan dialokasikan melalui Perubahan APBD 2025.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo Setiorini Sayekti mengatakan, awalnya, revitalisasi pujasera akan dikerjakan tahun ini. Namun, karena kemampuan anggaran, akhirnya ditunda tahun depan.
“Tahun ini revitalisasi khusus alun-alun. Tahun depan rencana revitalisasi pujaseranya,” ujarnya, Selasa (12/8).
Rini mengaku, melalui Perubahan APBD 2025, telah dialokasikan anggaran penyusunan DED revitaliasi pujasera. Setelah DED-nya rampung tahun ini, tahun depan bisa langsung tender Revitaliasi Pujasera. Ia mengaku akan mengusulkan anggaran revitaliasi pujasera melalui APBD 2026.
“Kebutuhan anggaran revitalisasi pujasera berkisar Rp 2 miliar. Kami tetap melihat dari DED juga,” terangnya.
Rini menerangkan, revitalisasi pujasera akan dilakukan dengan memperbaiki bagian-bagian yang rusak, menambah tangga menuju lantai atas di sisi timur, hingga penambahan fasilitas di lantai bawah maupun lantai dua.
“Konsep pastinya nanti menunggu DED selesai. Nanti akan kami ajukan ke Bapak Wali Kota, beliau berkenan wajah pujasera dibuat seperti apa,” katanya. (mas/rud)
Editor : Ronald Fernando