MAYANGAN, Radar Bromo- Seorang anak buah kapal (ABK) asal Sumatera Selatan, Hendro Abusama, 64, ditemukan tak bernyawa di barak Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan. Sabtu (9/8) malam, korban ditemukan meninggal di kamar 04.
Selama ini, korban yang menjadi ABK sejak 2020 ini tinggal sendirian di barak. Keluarganya berada di luar Jawa. “Sejak 2024 sudah mulai sakit-sakitan,” ujar salah seorang pemilik warung tak jauh dari barak, Adi Dimas, 26.
Selama ini, korban sering memesan makanan kepada Dimas. Sekitar dua minggu lalu, kata Dimas, korban sempat masuk rumah sakit karena mengalami penggumpalan darah di otak. Hal ini membuatnya stroke. “Tubuh sebelah kirinya tidak dapat digerakkan,” ujarnya.
Setelah sempat dirawat selama seminggu di rumah sakit, korban pulang dan kembali ke barak. Sehari-hari, ia diberi makan oleh masyarakat sekitar dan petugas dari UPT PPP Mayangan. “Sabtu (9/8), petugas yang biasanya mengantarkan makanan libur. Akhirnya, saya berinisiatif mengantar makan dan minum,” kata Dimas.
Ketika Dimas beberapa kali mengetuk pintu kamar korban, tak ada respons. Syukur, pintu kamar korban tidak dikunci. “Saya lihat korban terbaring di kasurnya. Tapi, dadanya tidak bergerak (tidak bernapas). Dipanggil juga tidak menjawab. Akhirnya, saya panggil orang-orang untuk mengeceknya,” jelasnya.
Warga yang berjualan di sekitar lokasi pun turut mengecek dan memanggil pihak berwajib. Tak lama, anggota Polres Probolinggo Kota dan Polsek Mayangan tiba di lokasi. Ternyata korban telah meninggal. Jenazahnya dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo.
“Dugaan sementara kami, korban meninggal akibat sakit. Lebih lanjutnya masih kami lakukan penyelidikan,” ujar Kapolsek Mayangan Kompol Heri Sugiono.
Koordinator Kamar Jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh Nur Wasis mengatakan, tidak ada tanda-tanda kekerasan atau hal-hal yang mencurigakan pada tubuh korban. “Kemungkinan korban meninggal juga belum sampai 24 jam,” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando