Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Angin Kencang, Harga Ikan di Probolinggo Melambung

Inneke Agustin • Jumat, 25 Juli 2025 | 14:00 WIB
DAGANG: Seorang pedagang ikan saat menggelar dagangannya di Pasar Ikan Mayangan, Kota Probolinggo, Kamis (17/7).
DAGANG: Seorang pedagang ikan saat menggelar dagangannya di Pasar Ikan Mayangan, Kota Probolinggo, Kamis (17/7).

MAYANGAN, Radar Bromo- Angin kencang di Kota Probolinggo beberapa waktu belakangan, berpengaruh terhadap harga ikan di Pasar Ikan Mayangan, Kota Probolinggo. Harganya makin melambung.

Salah seorang pedagang ikan di Pasar Ikan Mayangan, Mansur Supandi, 51, mengatakan, harga mulai terkerek naik sejak sebulan lalu. Seperti harga tongkol yang semula hanya Rp 23-24 ribu, kini menjadi Rp 27 ribu per kilogram.

“Sebab, sedang angin kencang, jadi sulit untuk mencari ikan. Tidak musim ikan. Kalau di sini tidak ada, kami ambil dari daerah lain, seperti Jember,” ujar warga Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, ini.

Hal serupa diungkapkan Rohmawati, 33. Pedagang ikan asal Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, menyebutkan harga ikan naik akibat angin kencang. Sejumlah nelayan memilih tak melaut, sehingga hasil tangkapan ikan menurun. Alhasil harganya pun melambung.

“Kayak Ikan kurisi besar dulunya Rp 20-22 ribu per kilogram, sekarang Rp 25 ribu per kilogram. Ikan layur dari Rp 25 ribu per kilogram jadi Rp 30 ribu per kilogram. Ikan dukduk dari yang semula Rp 22 ribu per kilogram, jadi Rp 25 ribu per kilogram,” jelas Rohmawati.

Meski demikian, ia mengatakan, daya beli masyarakat tidak menurun. Masih tetap seperti biasanya.

“Bagi yang mau dijual lagi biasanya beli 30 hingga 50 kilogram. Sementara untuk yang dimakan sendiri belinya berkisar 1 hingga 2 kilogram saja,” terangnya.

Berdasarkan data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Probolinggo, diketahui kecepatan angin di perairan mencapai 9,0 knot. Sementara ketinggian gelombang air laut mencapai 0,5 meter, Kamis (17/7).

Seorang pembeli asal Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jannati, 35, mengaku bisa kulakan ikan di Pasar Ikan Mayangan. Meski tak setiap hari, namun setiap minggu dipastikan kulakan. Ikan yang dikulak beragam. Mulai ikan tongkol hingga ikan salem.

“Sudah biasa kalau musim angin begini, ya mahal harganya. Tapi, mau bagaimana lagi. Ya tetap dibeli,” terangnya.

Ruly Puspitawati, 46, mengatakan, kenaikan harga ikan memang cukup berdampak bagi ibu rumah tangga. Pengeluaran turut naik untuk membeli ikan.

“Tapi meski naik, ya tetap beli. Sebab, ini kan juga gizi untuk keluarga,” ujar warga Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo ini. (gus/rud)

Editor : Ronald Fernando
#angin #nelayan #ikan #Mayangan #probolinggo