MAYANGAN, Radar Bromo- Tim gabungan aparat penegak hukum Kota Probolinggo kembali turun melakukan razia peredaran minuman keras (miras) di Kota Probolinggo. Senin (21/7) malam, tim gabungan merazia sejumlah tempat angkringan dan toko yang diduga menjual miras.
Sayang, adanya razia gabungan ini diduga bocor, sehingga tiga toko yang ditengarai menjual minuman beralkohol tutup. Tim gabungan ini melibatkan Satpol PP, TNI, Polri, dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Razia digelar mulai sekitar pukul 19.30. Selain tiga toko tersebut, dua lokasi angkringan juga menjadi sasaran razia. Yakni, di Kawasan Stadion Bayuangga dan Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL).
“Razia tempat angkringan, kami lakukan di dua lokasi. Pertama di Stadion Bayuangga, nihil. Sedangkan, di angkringan TWSL hanya menemukan dua botol bekas miras, tapi tidak ditemukan angkringan yang menyediakan,” ujar Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Peningkatan SDM Satpol PP Kota Probolinggo Abdi Firdaus.
Abdi mengatakan, ada tiga toko yang diduga menjual miras. Di antaranya, di Jalan Tengku Umar, Jalan Panglima Sudirman, dan Jalan dr. Soetomo. Namun, ketika tim merapat ke lokasi, tiga toko sasaran ini tutup.
“Tiga toko yang kami razia tutup semua. Tidak tahu, apa informasi razia ini bocor atau tidak. Yang pasti, kami sudah langsung gerak menggelar razia saat ada perintah untuk penertiban,” terangnya.
Abdi menerangkan, razia ini dilakukan sekaligus memberikan imbauan kepada pelaku angkringan untuk ikut serta melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap peredaran miras. Jika ditemukan ada pembeli datang membawa miras dan pesta miras, diminta ditegur.
Jika mereka tidak berani menegur, untuk melaporkan ke call center 112.
“Kami juga mengharap peran dari masyarakat untuk melaporkan tempat atau toko yang menjadi peredaran atau penjualan minuman beralkohol,” tegasnya.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo meminta ada penindakan tegas dari Pemkot terhadap peredaran miras di Kota Probolinggo. Sebab, selama ini semakin banyak mereka yang pesta miras maupun menjualnya. Bahkan, ada penjual yang terang-terangan menampilkan miras di tokonya. (mas/rud)
Editor : Ronald Fernando